1. Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
2. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
3. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
http://graffourliciouslalala.blogspot.com/2010/04/hubungan-timbal-balik-antara-manajemen.html
Aku
Jumat, 25 Maret 2011
softskill / manajemen Umum yang ke-2
Perkembangan studi kasus
• Studi kasus menjadi salah satu metoda yang makin penting dalam pengajaran di berbagai institusi terkemuka
– Studi kasus memudahkan pemahaman berbagai konsep manajemen
– Meletakkan konsep dalam konteks kejadian sehari-hari
– Mampu membuat peserta memahami kompleksitas isyu yang timbul
Studi Kasus Sebagai Alternatif Tesis
• Pada berbagai program studi, studi kasus telah merupakan salah satu alternatif tesis yang tidak hanya diterima, tetapi juga penting
• Kasus organisasi dan manajemen yang menjadi perhatian para peserta program studi manajemen terlalu rumit untuk didekati dengan cara lain kecuali studi kasus
• Masuknya peserta dari kalangan praktisi melihat studi kasus sebagai alternatif tesis yang lebih mudah dipahami dan dilakukan
Garis Besar Studi Kasus
I
Disain II
Persiapan
dan
Pelaksanaan
III
Analisis
dan
Pelaporan
Pokok Bahasan
• Bagian I
– Introduksi
– Disain studi kasus
– Kualitas disain penelitian
– Studi kasus tunggal dan
ganda
– Latihan : membuat disain
studi kasus
• Bagian II
– Ketrampilan investigator
– Metoda pengumpulan
informasi
– FGD dan wawancara
– Prinsip pengumpulan
informasi
– Protokol studi kasus
– Uji coba studi kasus
– Latihan: membuat protokol
studi kasus
• Bagian III
– Strategi umum analisis
– Model analisis dominan
– Model analisis lainnya
– Komposisi studi kasus
– Stuktur penulisan
– Latihan: skenario penulisan
Bagian Pertama Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti kapan studi kasus dapat digunakan
• Mengerti letak studi kasus dalam berbagai jenis
penelitian
• Mengetahui prasangka yang kurang benar tentang
studi kasus
• Dapat mendefinikan studi kasus
• Mengerti kegunaan studi kasus untuk evaluasi pelayanaan kesehatan .
Pengertian Studi Kasus (1)
1. Menerangkan sebuah / rangkaian keputusan, mengapa diambil,bagaimana dijalankan dan apa hasilnya.
Contoh
• Rumah sakit swadana
– Mengapa harus swadana?
– Bagaimana proses
swadana puskesmas berjalan selama ini?
– Apa dampaknya pada pelayanan masyarakat?
• Desentralisasi pemerintahan
– Mengapa sekarang?
– Bagaimana prosesnya
– Apa dampaknya pada
mekanisme kerja sama kabupaten- propinsi dan pisat?
Pengertian Studi Kasus (2)
2. Mencari penjelasan empirik tentang sebuah fenomena yang terjadi dalam konteks kehidupan nyata dengan menggunakan berbagai bukti
Contoh
• Mengapa penundaan operasi sering terjadi di RSU Pemerintah?
• Peran tokoh informal dalam penentuan sasaran program JPS-BK
• Mengapa dana non budgeter sulit dihilangkan?, sebuah analisis sistem
• Mengapa dukun lebih disukai ibu untuk melahirkan dibanding bidan? Pendekatan studi
Penggunaan Studi Kasus (1)
• Psikologi dan sosiologi massa
• Contoh
– Studi kasus tawuran kronik di Manggarai
– Kasus 3 in 1 di Jakarta, implikasinya pada perubahan mekanisme kerja perkantoran di wilayah Sudirman
– Kehidupan anak kost di Jogjakarta
Untuk Apa Saja Studi Kasus
• Untuk
1. Explorasi kejadian tertentu
2. Mencari penjelasan atas kejadian ttt
3. Mencari bagaimana kejadian tertentu terjadi
• Misal
1. Proses akreditasi di RSU Serang
2. Mengapa sering terjadi keterlambatan penanganan pasien di UGD RSUP Fatmawati
3. Bagaimana bisa terjadi pasien sulit masuk ke RS X, padahal BOR rataratanya 70%
Studi Kasus Deskriptif
• Studi kasus dapat bersifat deskriptif atau eksploratif
• Dalam hal ini studi kasus dipakai untuk menggambarkan fenomena (what, when, where,who) secara lebih jelas
• Dapat juga dipakai untuk menggambarkan secara rinci alur proses terjadinya sebuah fenomena.
Contoh Studi Kasus Deskriptif-
Eksploratif
• Proses perubahan rumah sakit menjadi RS swadana, studi kasus di RS Pasar Rebo Jakarta
• Pelaksanaan program Jaringan Pengaman Sosial Bidang Kesehatan di daerah tertinggal
• Kartel manajer rumah sakit swasta di kota Solo
• Produksi dan distribusi garam beryodium di Jawa Barat, studi kasus PT Eka Sari Putra Jaya
Prasangka Tentang Studi Kasus
-Studi kasus tidak bisa dibuat kedalam kesimpulan umum Prasangka Padahal
-Bisa, karena inferens dilakukan secara analitik, tidak secara statistik
-Studi kasus memakan waktu lama dan datanya sangat besar
-Bisa pendek atau lama,tergantung topik dan datanya
-Studi kasus sama dengan single post test only design
-Disainnya sangat berbeda, berbagai tingkat dan kompleks
Plus Minus Studi Kasus
Keunggulan
• Mampu membahas fenomena yang kompleks dan rumit
• Berbagai Unit analisis dalam satu studi kasus dapat diterapkan
• Dapat menyentuh berbagai persoalan secara lebih menyeluruh sekaligus mendalam
Kekurangan
• Perlu kemampuan untuk
– mengabstraksi fenomena yang diteliti
– setiap saat menyesuaikan disain, metoda pengumpulan data, mengubah pertanyaan untuk mendapatkan hasil
– melakukan analisis secara
Manfaat Studi Kasus
Dalam Evaluasi Program
• Menjelaskan hubungan kausal tentang intervensi
program yang terlalu rumit untuk survai maupun
eksperimen
• Mendeskripsikan perjalanan intervensi sebuah
program di dalam masyarakat
• Ilustrasi manfaat sebuah program secara jelas dna
menyeluruh
• Eksplorasi tentang sebuah program yang tidak
mempunyai outcome yang jelas
Latihan sesi 1(a)
• Tetapkan sebuah pertanyaan penting dalam pelayanan perkotaan yang menjadi dasar untuk melakukan penelitian studi kasus
– Simulasikan apakah dapat dijawab menggunakan jenis penelitian lainnya
– Aspek apa yang bisa didapat melalui jenis penelitian lainnya
– Apa keuntungan disain studi kasus untuk menjawab pertanyaan itu
Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti definisi disain penelitian
• Mengerti komponen disain studi kasus
Disain Riset
• Rencana kerja untuk menghubungkan sekumpulan pertanyaan dengan kesimpulan atau jawaban atas pertanyaan itu
• Pedoman untuk mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi observasi
• Sebuah model pembuktian yang logis yang memungkinkan inferensi tentang hubungan kausal dari variabel yang diteliti
• Memungkinkan seberapa jauh penetapan generalisasi bisa dilakukan
Menjawab 4 masalah:
• Pertanyaan yang akan dipelajari
• Data, bukti dan informasi yang relevan
• Bagaimana mengumpulkan bukti /informasi yang diperlukan
• Bagaimana menganalisis hasil pengumpulan informasi itu .
Komponen disain studi kasus
• Pertanyaan penelitian
• Proposisi
• Unit analisis
• Data, bukti dan informasi
• Kriteria untuk interpretasi hasil Slide
Pertanyaan Penelitian
• Umumnya berupa: mengapa atau bagaimana
• Menunjukkan fokus sebuah studi kasus
• Dapat berguna untuk membatasi kasus (ruang lingkup)
• Seluruh disain dan analisis pada akhirnya dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut .
Pertanyaan adalah sumber segalanya
-Pertanyaan Penelitian
-Konsep
-Proposisi
-Pengumpulan data
-Bukti
Sumber Pertanyaan Penelitian
• Dari pengalaman yang ada
– Dari literatur
– Magang dengan senior/pakar
• Mendapat ide baru
– Sehabis mengikuti pertemuan/seminar
– Sikap yang selalu skeptis terhadap sesuatu yang umum
– Penggunaan teknologi/ cara baru di tempat kerja
– Observasi kegiatan sendiri
– Dari sekolah/ pelatihan
• Imaginasi
– Sehabis melihat masalah yang tidak terselesaikan
– Sehabis diskusi dengan teman
- Brainstorming
Karakteristik Pertanyaan yg Baik
• Sebuah penelitian mempelajari mengapa bisa terjadi keterlambatan penanganan pasien gawat darurat di sebuah rumah sakit. Proposisinya:
• Keterlambatan itu terjadi karena
– prosedur penanganan pasien gawat darurat tidak berbeda dengan pasien umum
– Petugas medis tidak punya sense gawat darurat
Unit Analisis
• Unit analisisnya adalah kasus
• Bisa berupa individu
• Dapat berupa sebuah kejadian / kesatuan: keputusan, program, proses pelaksanaan, organisasi, peraturan dstnya
• Berhubungan dengan bagaimana pertanyaan studi kasus di nyatakan dan apa proposisinya .
Contoh unit analisis
• Proposisi: berbagai elemen di tingkat desa sangat berperan pada akurasi sasaran JPS BK
• Unit analisis
– Desa pada tempat yang akurasinya tinggi
– Bisa juga Desa pada tempat yang akurasi kurang( sebagai pembanding).
Batas kasus
• Perlu jelas apakah sesuatu berada di dalam atau diluar kasus Orang, staf, karyawan Jenis pelayanan Waktu awal dan akhir Tanda awal dan akhir kejadian
• Pembatasan dapat dilakukan pada sebuah Kasus seperti kasus penelitian sebelumnya agar bisa di bandingkan .
Contoh batas kasus ;
• Apa yang harus dicari untuk mendapatkan konsep (dalam proposisi) dalam kasus yang dipelajari
• Seperti melakukan definisi operasional dari proposisi
• Menentukan dalam suasana apa saja data / informasi itu bisa ditemukan (setting)
• Bagaimana mencari kejadian/ bukti yang menggabungkan potongan informasi menjadi seperti proposisi / teori (menyelesaikan puzzle) .
Kriteria Interpretasi
• Menghubungkan hasil kedalam pola yang paling cocok (sesuai kerangka konsepnya)
• Mirip seperti membuat dummy table dalam disain survai yang menjelaskan bagaimana tabel itu bisa menunjukkan hubungan
• Menyebutkan berbagai indikasi atau cara mengetahui kalau proposisi tertentu memang terbukti
• Lebih baik lagi bila disertai dengan rival theory (penjelasan lain)
• Cara pembuktiannya bersifat analitik, bukan statistik
Kualitas Disain Penelitian
Tujuan
• Mengerti definisi validitas dan realibilitas
• Mengerti istilah content, criterion dan construct, internal dan external validity
• Mengerti test-retest, inter-rater dan internal consistency realibility
• Mengerti cara untuk meningkatkan kualitas di sain studi kasus
Validitas vs Realibilitas
• Validitas: seberapa jauh informasi yang dikumpulkan mencerminkan “apa” yang ingin diketahui
• Realibilitas: seberapa jauh informasi yang dihasilkan tidak bervariasi dalam pengulangan pengumpulan data
Contoh: timbangan dan meteran sebagai
pengukur tinggi badan
Latihan: keluarga miskin, desa tertinggal
Validitas
Content validity: informasi yang dihasilkan mencerminkan dimensi konsep yang dikehendaki
• Criterion validity: informasi yang dihasilkan oleh sebuah cara sama dengan cara yang standard
• Construct validity: informasi tentang hubungan antar berbagai konsep sesuai dengan yang di perkirakan .
Validitas Internal dan Eksternal
• Validitas internal, berhubungan dengan
– apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan informasi yang direncanakan dalam disain
– Apakah hubungan memang ada hubungan kausal dan bukan spurius
• Validitas eksternal, berhubungan dengan
– apakah informasi yang akhirnya didapat sesuai dengan kebenaran yang lebih luas atau satu beberapa teori yang berlaku
– Seberapa jauh generalisasi dapat dilakukan berdasarkan informasi yang di dapat .
Realibitas
• Test-retest realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila digali pada waktu yang berbeda
• Inter-rater realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila menggunakan informan yang berbeda
• Internal consistency realibility: seberapa jauh perbedaan informasi yang dihasilkan melalui berbagai cara pengumpulan yang dimaksudkan mendapat informasi yang sama.
Meningkatkan validitas Studi Kasus
• Mengingat studi kasus adalah purposif, maka dapat dilakukan peningkatan kualitas hasil melalui cara-cara yang umum untuk studi kualitatif, yaitu sebagai berikut:
– Triangulasi sumber
– Triangulasi metode
– Triangulasi data .
Triangulasi Sumber
• Mencek data dengan fakta dari sumber lain,
misalnya dari informan berbeda, atau hasil dari studi lain dengan tujuan sama
• Membandingkan dan melakukan kontras data, ketika menginvestigasi dengan informan lain
• Menginvestigasi dengan menggunakan kelompok informan yang sangat berbeda .
Triangulasi Metode
• Menggunakan berbagai metode
• Misal: wawancara dengan observasi, dokumentasi dengan FGD, dll
• Dalam studi kasus: berbagai metode pengambilan data adalah keharusan .
Triangulasi Data
• Analisis data dilakukan oleh lebih dari satu anggota peneliti
• Interpretasi data yang sama oleh pakar yang lain
• Umpan balik hasil analisis dengan informan, dalam rangka etika dan pengecekan validitas informasi yang dihasilkan
staff.blog.ui.ac.id/purnawan/files/2008/06/studi-kasus.pdf
• Studi kasus menjadi salah satu metoda yang makin penting dalam pengajaran di berbagai institusi terkemuka
– Studi kasus memudahkan pemahaman berbagai konsep manajemen
– Meletakkan konsep dalam konteks kejadian sehari-hari
– Mampu membuat peserta memahami kompleksitas isyu yang timbul
Studi Kasus Sebagai Alternatif Tesis
• Pada berbagai program studi, studi kasus telah merupakan salah satu alternatif tesis yang tidak hanya diterima, tetapi juga penting
• Kasus organisasi dan manajemen yang menjadi perhatian para peserta program studi manajemen terlalu rumit untuk didekati dengan cara lain kecuali studi kasus
• Masuknya peserta dari kalangan praktisi melihat studi kasus sebagai alternatif tesis yang lebih mudah dipahami dan dilakukan
Garis Besar Studi Kasus
I
Disain II
Persiapan
dan
Pelaksanaan
III
Analisis
dan
Pelaporan
Pokok Bahasan
• Bagian I
– Introduksi
– Disain studi kasus
– Kualitas disain penelitian
– Studi kasus tunggal dan
ganda
– Latihan : membuat disain
studi kasus
• Bagian II
– Ketrampilan investigator
– Metoda pengumpulan
informasi
– FGD dan wawancara
– Prinsip pengumpulan
informasi
– Protokol studi kasus
– Uji coba studi kasus
– Latihan: membuat protokol
studi kasus
• Bagian III
– Strategi umum analisis
– Model analisis dominan
– Model analisis lainnya
– Komposisi studi kasus
– Stuktur penulisan
– Latihan: skenario penulisan
Bagian Pertama Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti kapan studi kasus dapat digunakan
• Mengerti letak studi kasus dalam berbagai jenis
penelitian
• Mengetahui prasangka yang kurang benar tentang
studi kasus
• Dapat mendefinikan studi kasus
• Mengerti kegunaan studi kasus untuk evaluasi pelayanaan kesehatan .
Pengertian Studi Kasus (1)
1. Menerangkan sebuah / rangkaian keputusan, mengapa diambil,bagaimana dijalankan dan apa hasilnya.
Contoh
• Rumah sakit swadana
– Mengapa harus swadana?
– Bagaimana proses
swadana puskesmas berjalan selama ini?
– Apa dampaknya pada pelayanan masyarakat?
• Desentralisasi pemerintahan
– Mengapa sekarang?
– Bagaimana prosesnya
– Apa dampaknya pada
mekanisme kerja sama kabupaten- propinsi dan pisat?
Pengertian Studi Kasus (2)
2. Mencari penjelasan empirik tentang sebuah fenomena yang terjadi dalam konteks kehidupan nyata dengan menggunakan berbagai bukti
Contoh
• Mengapa penundaan operasi sering terjadi di RSU Pemerintah?
• Peran tokoh informal dalam penentuan sasaran program JPS-BK
• Mengapa dana non budgeter sulit dihilangkan?, sebuah analisis sistem
• Mengapa dukun lebih disukai ibu untuk melahirkan dibanding bidan? Pendekatan studi
Penggunaan Studi Kasus (1)
• Psikologi dan sosiologi massa
• Contoh
– Studi kasus tawuran kronik di Manggarai
– Kasus 3 in 1 di Jakarta, implikasinya pada perubahan mekanisme kerja perkantoran di wilayah Sudirman
– Kehidupan anak kost di Jogjakarta
Untuk Apa Saja Studi Kasus
• Untuk
1. Explorasi kejadian tertentu
2. Mencari penjelasan atas kejadian ttt
3. Mencari bagaimana kejadian tertentu terjadi
• Misal
1. Proses akreditasi di RSU Serang
2. Mengapa sering terjadi keterlambatan penanganan pasien di UGD RSUP Fatmawati
3. Bagaimana bisa terjadi pasien sulit masuk ke RS X, padahal BOR rataratanya 70%
Studi Kasus Deskriptif
• Studi kasus dapat bersifat deskriptif atau eksploratif
• Dalam hal ini studi kasus dipakai untuk menggambarkan fenomena (what, when, where,who) secara lebih jelas
• Dapat juga dipakai untuk menggambarkan secara rinci alur proses terjadinya sebuah fenomena.
Contoh Studi Kasus Deskriptif-
Eksploratif
• Proses perubahan rumah sakit menjadi RS swadana, studi kasus di RS Pasar Rebo Jakarta
• Pelaksanaan program Jaringan Pengaman Sosial Bidang Kesehatan di daerah tertinggal
• Kartel manajer rumah sakit swasta di kota Solo
• Produksi dan distribusi garam beryodium di Jawa Barat, studi kasus PT Eka Sari Putra Jaya
Prasangka Tentang Studi Kasus
-Studi kasus tidak bisa dibuat kedalam kesimpulan umum Prasangka Padahal
-Bisa, karena inferens dilakukan secara analitik, tidak secara statistik
-Studi kasus memakan waktu lama dan datanya sangat besar
-Bisa pendek atau lama,tergantung topik dan datanya
-Studi kasus sama dengan single post test only design
-Disainnya sangat berbeda, berbagai tingkat dan kompleks
Plus Minus Studi Kasus
Keunggulan
• Mampu membahas fenomena yang kompleks dan rumit
• Berbagai Unit analisis dalam satu studi kasus dapat diterapkan
• Dapat menyentuh berbagai persoalan secara lebih menyeluruh sekaligus mendalam
Kekurangan
• Perlu kemampuan untuk
– mengabstraksi fenomena yang diteliti
– setiap saat menyesuaikan disain, metoda pengumpulan data, mengubah pertanyaan untuk mendapatkan hasil
– melakukan analisis secara
Manfaat Studi Kasus
Dalam Evaluasi Program
• Menjelaskan hubungan kausal tentang intervensi
program yang terlalu rumit untuk survai maupun
eksperimen
• Mendeskripsikan perjalanan intervensi sebuah
program di dalam masyarakat
• Ilustrasi manfaat sebuah program secara jelas dna
menyeluruh
• Eksplorasi tentang sebuah program yang tidak
mempunyai outcome yang jelas
Latihan sesi 1(a)
• Tetapkan sebuah pertanyaan penting dalam pelayanan perkotaan yang menjadi dasar untuk melakukan penelitian studi kasus
– Simulasikan apakah dapat dijawab menggunakan jenis penelitian lainnya
– Aspek apa yang bisa didapat melalui jenis penelitian lainnya
– Apa keuntungan disain studi kasus untuk menjawab pertanyaan itu
Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti definisi disain penelitian
• Mengerti komponen disain studi kasus
Disain Riset
• Rencana kerja untuk menghubungkan sekumpulan pertanyaan dengan kesimpulan atau jawaban atas pertanyaan itu
• Pedoman untuk mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi observasi
• Sebuah model pembuktian yang logis yang memungkinkan inferensi tentang hubungan kausal dari variabel yang diteliti
• Memungkinkan seberapa jauh penetapan generalisasi bisa dilakukan
Menjawab 4 masalah:
• Pertanyaan yang akan dipelajari
• Data, bukti dan informasi yang relevan
• Bagaimana mengumpulkan bukti /informasi yang diperlukan
• Bagaimana menganalisis hasil pengumpulan informasi itu .
Komponen disain studi kasus
• Pertanyaan penelitian
• Proposisi
• Unit analisis
• Data, bukti dan informasi
• Kriteria untuk interpretasi hasil Slide
Pertanyaan Penelitian
• Umumnya berupa: mengapa atau bagaimana
• Menunjukkan fokus sebuah studi kasus
• Dapat berguna untuk membatasi kasus (ruang lingkup)
• Seluruh disain dan analisis pada akhirnya dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut .
Pertanyaan adalah sumber segalanya
-Pertanyaan Penelitian
-Konsep
-Proposisi
-Pengumpulan data
-Bukti
Sumber Pertanyaan Penelitian
• Dari pengalaman yang ada
– Dari literatur
– Magang dengan senior/pakar
• Mendapat ide baru
– Sehabis mengikuti pertemuan/seminar
– Sikap yang selalu skeptis terhadap sesuatu yang umum
– Penggunaan teknologi/ cara baru di tempat kerja
– Observasi kegiatan sendiri
– Dari sekolah/ pelatihan
• Imaginasi
– Sehabis melihat masalah yang tidak terselesaikan
– Sehabis diskusi dengan teman
- Brainstorming
Karakteristik Pertanyaan yg Baik
- FINER (Hulley, 1988, p14-15
- Feasible
- Interesting
- Novel
- Ethics
- Relevant Finer
- Feasible
– Ada informan / sumber informasinya
– Mempunyai keahlian teknis untuk menggalinya
– Mampu dalam hal biaya dan waktu
– Manageable ruang lingkupnya
• Interesting: untuk
investigator
• Novel
– Penemuan baru Konfirmasi/ menolak penemuan lama
– Memperkaya hasil sebelumnya
• Etis
• Relevant
– Ilmu pengetahuan
– Kebijakan dan manajemen
– Arah riset masa depan - Contoh pertanyaan penelitian
• Fenomena: uji coba otonomi di berbagai kabupaten di Indonesia
• Pertanyaan penelitian:
– Mengapa Kabupaten Gowa berhasil menjalankan uji coba otonomi?
– Faktor yang menunjang kesuksesan uji coba otonomi di Kabupaten Gowa
– Peran Bappeda dalam uji coba otonomi, kasus di Kabupaten Gowa - Proposisi Studi Kasus
• Proposisi adalah pernyataan hubungan dari 2 atau beberapa konsep
• Menggambarkan isyu teoritis yang penting yang melatar belakangi atau mempengaruhi sebuah kejadian
• Memberitahu bukti relevan apa dan dimana harus dicari
• Mirip dengan kerangka konsep atau hipotesis dalam survai ( bedanya hipotesis menyatakan hubungan antara 2 variabel)
• Studi kasus eksploratori tidak perlu proposisi
• Sebuah penelitian mempelajari mengapa bisa terjadi keterlambatan penanganan pasien gawat darurat di sebuah rumah sakit. Proposisinya:
• Keterlambatan itu terjadi karena
– prosedur penanganan pasien gawat darurat tidak berbeda dengan pasien umum
– Petugas medis tidak punya sense gawat darurat
Unit Analisis
• Unit analisisnya adalah kasus
• Bisa berupa individu
• Dapat berupa sebuah kejadian / kesatuan: keputusan, program, proses pelaksanaan, organisasi, peraturan dstnya
• Berhubungan dengan bagaimana pertanyaan studi kasus di nyatakan dan apa proposisinya .
Contoh unit analisis
• Proposisi: berbagai elemen di tingkat desa sangat berperan pada akurasi sasaran JPS BK
• Unit analisis
– Desa pada tempat yang akurasinya tinggi
– Bisa juga Desa pada tempat yang akurasi kurang( sebagai pembanding).
Batas kasus
• Perlu jelas apakah sesuatu berada di dalam atau diluar kasus Orang, staf, karyawan Jenis pelayanan Waktu awal dan akhir Tanda awal dan akhir kejadian
• Pembatasan dapat dilakukan pada sebuah Kasus seperti kasus penelitian sebelumnya agar bisa di bandingkan .
Contoh batas kasus ;
- Studi kasus pelayanan JPS-BK
- Unit: Orang, staf, karyawan
- Batas kasus: orang/staf/karyawan yang terlibat pada pelayanan
- JPS-BK di puskesmas
- Unit: Jenis pelayanan
- Batas kasus: pelayanan kesehatan khusus untuk keluarga miskin
- Waktu awal dan akhir
- Batas kasus: JPS-BK tahun pertama
- Tanda awal dan akhir kejadian
- Batas kasus: mulai dari masuknya dana JPS-BK di kantor pos, sampai berakhirnya masa anggaran tahun 1.
• Apa yang harus dicari untuk mendapatkan konsep (dalam proposisi) dalam kasus yang dipelajari
• Seperti melakukan definisi operasional dari proposisi
• Menentukan dalam suasana apa saja data / informasi itu bisa ditemukan (setting)
• Bagaimana mencari kejadian/ bukti yang menggabungkan potongan informasi menjadi seperti proposisi / teori (menyelesaikan puzzle) .
Kriteria Interpretasi
• Menghubungkan hasil kedalam pola yang paling cocok (sesuai kerangka konsepnya)
• Mirip seperti membuat dummy table dalam disain survai yang menjelaskan bagaimana tabel itu bisa menunjukkan hubungan
• Menyebutkan berbagai indikasi atau cara mengetahui kalau proposisi tertentu memang terbukti
• Lebih baik lagi bila disertai dengan rival theory (penjelasan lain)
• Cara pembuktiannya bersifat analitik, bukan statistik
Kualitas Disain Penelitian
Tujuan
• Mengerti definisi validitas dan realibilitas
• Mengerti istilah content, criterion dan construct, internal dan external validity
• Mengerti test-retest, inter-rater dan internal consistency realibility
• Mengerti cara untuk meningkatkan kualitas di sain studi kasus
Validitas vs Realibilitas
• Validitas: seberapa jauh informasi yang dikumpulkan mencerminkan “apa” yang ingin diketahui
• Realibilitas: seberapa jauh informasi yang dihasilkan tidak bervariasi dalam pengulangan pengumpulan data
Contoh: timbangan dan meteran sebagai
pengukur tinggi badan
Latihan: keluarga miskin, desa tertinggal
Validitas
Content validity: informasi yang dihasilkan mencerminkan dimensi konsep yang dikehendaki
• Criterion validity: informasi yang dihasilkan oleh sebuah cara sama dengan cara yang standard
• Construct validity: informasi tentang hubungan antar berbagai konsep sesuai dengan yang di perkirakan .
Validitas Internal dan Eksternal
• Validitas internal, berhubungan dengan
– apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan informasi yang direncanakan dalam disain
– Apakah hubungan memang ada hubungan kausal dan bukan spurius
• Validitas eksternal, berhubungan dengan
– apakah informasi yang akhirnya didapat sesuai dengan kebenaran yang lebih luas atau satu beberapa teori yang berlaku
– Seberapa jauh generalisasi dapat dilakukan berdasarkan informasi yang di dapat .
Realibitas
• Test-retest realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila digali pada waktu yang berbeda
• Inter-rater realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila menggunakan informan yang berbeda
• Internal consistency realibility: seberapa jauh perbedaan informasi yang dihasilkan melalui berbagai cara pengumpulan yang dimaksudkan mendapat informasi yang sama.
Meningkatkan validitas Studi Kasus
• Mengingat studi kasus adalah purposif, maka dapat dilakukan peningkatan kualitas hasil melalui cara-cara yang umum untuk studi kualitatif, yaitu sebagai berikut:
– Triangulasi sumber
– Triangulasi metode
– Triangulasi data .
Triangulasi Sumber
• Mencek data dengan fakta dari sumber lain,
misalnya dari informan berbeda, atau hasil dari studi lain dengan tujuan sama
• Membandingkan dan melakukan kontras data, ketika menginvestigasi dengan informan lain
• Menginvestigasi dengan menggunakan kelompok informan yang sangat berbeda .
Triangulasi Metode
• Menggunakan berbagai metode
• Misal: wawancara dengan observasi, dokumentasi dengan FGD, dll
• Dalam studi kasus: berbagai metode pengambilan data adalah keharusan .
Triangulasi Data
• Analisis data dilakukan oleh lebih dari satu anggota peneliti
• Interpretasi data yang sama oleh pakar yang lain
• Umpan balik hasil analisis dengan informan, dalam rangka etika dan pengecekan validitas informasi yang dihasilkan
staff.blog.ui.ac.id/purnawan/files/2008/06/studi-kasus.pdf
Jumat, 18 Maret 2011
softskill / manajemen Umum yang ke-2
1. Kenapa organisasi ada?
Ada beberapa alasan mengapa manusia berkelompok dan berorganisasi, antara lain :
- Rasa aman.
- Harga Diri.
- Afiliasi.
- Status.
- Kekuatan.
- Pencapaian Tujuan.
Dari beberapa alasan di atas , kita dapat menyimpulkan mengapa organisasi memiliki arti penting dalam kehidupan. Pada beberapa orang, kehidupan sosialisasi dianggap sangat penting. Di mana pada saat orang tersebut berkumpul dengan orang lain yang memiliki tujuan yang sama dan menjadikan komunitasnya, mereka akan merasa aman.
Tidak hanya rasa aman, pada sebagian orang juga merasa status sosial dan kekuatannya terangkat. Contohnya pada suatu perkumpulan gank motor, anggota dari gank tersebut tentunya akan merasa dirinya "high class" apabila bersama teman-temannya yang juga komunitas gank motor.
Terkadang suatu organisasi di cap jelek oleh masyarakat, namun tidak semua organisasi memiliki nilai jelek. Semua organisasi tergantung pada kepemimpinan kelompok tersebut. Selama komunitas tersebut tidak merugikan orang lain, tentunya akan berdampak baik juga pada lingkungan.
2. Sejarah organisasi?
Sejarah Awal Perkumpulan Organisasi Gerakan Pemuda Indonesia - Sejarah Pra Kemerdekaan RI
Sebelum Indonesia merdeka, negara kita memiliki berbagai organisasi kepemudaan yang beranggotakan para pemuda-pemudi Indonesia baik yang bersifat nasional maupun kedaerahan. Berikut ini adalah daftar beberapa organisasi perkumpulan pemuda di Indonesia :
1. Budi Utomo / Boedi Oetomo
Budu Utomo berdiri pada tahun 1908 yang pada awal mula berdirinya merupakan organisasi pelajar yang ruang lingkupnya masih kedaerahan, namun pada perkembangannya berubah menjadi organisasi perkumpulan pemuda nasional.
2. Trikoro Dharmo / Tri Koro Dharmo
Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional. Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia.
3. Jong Sumatra Bond (Persatuan Pemuda Sumatra)
Organisasi oni berdiri pada tahun 1917 yang memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar pelajar yang berasal dari sumatera. Beberapa toko terkenal dari organisasi ini yaitu seperti M. Hatta dsan M. Yamin.
4. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
Organisasi yang satu ini berdiri pada tahun 1925 yang diprakarsa oleh mahasiswa Jakarta dan Bandung dengan tujuan untuk Kemerdekaan Indonesia.
5. Jong Indonesia
Perkumpulan pemuda dan pemudi ini didirikan pada tahun 1927 di Bandung di mana kemudian organisasi ini diubah menjadi Pemuda Indonesia untuk yang berjenis kelamin laki-laki dan Putri Indonesia bagi yang perempuan. Pemuda Indonesia membuat kongres di mana pada kongres yang kedua menghasilkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
6. Indonesia Muda
Indonesia Muda adalah organisasi nasional yang lahir karena dorongan Sumpah Pemuda pada tahun 1930 sebagai peleburan banyak organisasi pemuda daerah / lokal.
7. Organisasi Perkumpulan Daerah
Setelah muncul jong jawa dan jong sumatra bond, maka bermunculanlah organisasi lokal kedaerahan lain seperti jong celebes, jong ambon, jong minahasa, dan lain sebagainya.
3. Type2 organisasi ?
1. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
o Organisasi masih kecil
o Jumlah karyawan sedikit
o Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
o Mudah dimengerti dan dilaksanakan
o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
o Merupakan jenis organisasi yang stabil
o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal
Kerugiannya adalah :
o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar
2. Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
o Ada koordinasi yang baik
o Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
o Banyak mengeluarkan biaya tambahan
o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.
3. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.
4. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
o Organisasi masih kecil
o Jumlah karyawan sedikit
o Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
o Mudah dimengerti dan dilaksanakan
o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
o Merupakan jenis organisasi yang stabil
o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal
Kerugiannya adalah :
o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar
2. Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
o Ada koordinasi yang baik
o Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
o Banyak mengeluarkan biaya tambahan
o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.
3. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.
4. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.
Referensinya :
3. catatan-sefty.blogspot.com/2008/.../tipe-tipe-organisasi.html
5. erliaanugrah.blogspot.com/2011/03/softskill-1-organisasi.html
Sabtu, 15 Januari 2011
softskill / manajemen Umum .
1. Pemimpin merupakan sumber daya manusia kunci dalam organisasi manapun . tanpa pemimpinan sebuah organisasi hanyalah suatu kekacauan manusia & mesin .
kebanyakan definisi tentang pemimpinan mempertalikan fungsi pemimpin dlm organisasi dng sasaran. beberapapengertian diantaranya :
MANAJEMEN KONFLIK
1. definisi konflik :
PENGAWASAN
pengawasan pasif : melakukan penelitian & pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yg disertai dngn bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran .
kebanyakan definisi tentang pemimpinan mempertalikan fungsi pemimpin dlm organisasi dng sasaran. beberapapengertian diantaranya :
- Ordway Tead : kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar orang-orang itu bekerja sama mencapai tujuan yg mereka ingin kan .
- George R.Terry : kepemimpinan merupakan kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar orang-orang mencapai tujuan kelompok .
- Kelth Davis :faktor kemanusiaan yg mengikat kelompok menjadi satu & mendorongnya menuju tujuan .
- teori sifat kepemimpinan : bahwa seseorang itu di lahirkan membawa / tidak membawa sifat-sifat yg diperlukan bagi pemimpinan / tdk membawa sifat-sifat yg di perlukan bagi pemimpin / dngn individu yg telah telahir membawa ciri-ciri tertentu yg memungkinkan dia menjadi seorang pemimpin .
- Tori Path Goal : pngembangan yg wajar sebab pemimpinan erat hubungannya dengan motivasi di satu pihak lain
- Teori sifat : merupakan analisa ilmiah tentang pemimpinan dimiliki dngn memusatkan perhatian pada pemimpin itu sendiri . ada beberapa faktor yg bsa di teliti dari pemimpinan yaitu : kecerdasaan , perasaan humor , kejujuran , percaya diri .
- Teori Kelompok : bahwa kelompk bisa mencapai tujuannya dengan melalui pertukaran positif antara pemimpin & bawahan .
- Teori X :bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yg tidak suka bekerja seta senang menghindari dari pekerjaan & tanggung jawab yg di brikan kepadanya . individu yg berlaku teori X mempunyai sifat : tak suka & berusaha meghindari kerja , sering kurang cerdas , tak suka perubahan .
- Teori Y :memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya .
MANAJEMEN KONFLIK
1. definisi konflik :
- Narjdana (1994) konflik : akibat situasi dimana keinginan / kehendak yg berbeda / berlawanan antara yg satu dengan yg lain , sehingga salah satu / ke duanya saling terganggu .
- Killman & thomas (1978) konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antara nilai / tujuan-tujuan yang ingin di capai , baik yg ada dlm diri individu maupun dalam hubungan degan orang lain .
- Stoner : mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yg langka / perselisihan soal tujuan , status , nilai , kepribadian .
- Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hurt,& Obsorn (1998:580) bahwa koflik suau situasi dimana dua / bnyak orang saling tidak seuju terhadap suatu permasalahan yg menyakut kepentigan organisasi / dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yg lainnya .
- Strategi kalah-kalah : konflik bisa di selesaikan dngan cara melibatkan pihak ke-3 nilai perundingan mengalami jalan buntu . maka pihak ke-3 di undang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yg berselisih / barang kali bertindak atas kemauan sendiri . ada 2 tipe utama campur tangan pihak ke-3 :
- Arbritasi : merupakan prosedur dimana pihak ke-3 mendengarkan ke-2 belah pihak yg berselisih , pihak ke-3 bertindak sebagai hakim &penengah dlm menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yg mengikat .
- Mediasi : di gunakan oleh mediator untuk menyelesaikan konflik tdk seperti yg di selesaikan oleh abriator , karena seorang mediator tdk mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yg bertikai & rekomendasi yg di berikan tdk memikat .
- penarikan diri : proses penyelesaian konflik antara 2 / lebih pihak yg kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas .
- bujukan : dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yg relevan dengan konflik , karena adanya rintangan komunikasi .
- Pemecahan masalah terpadu : usaha untuk menyelesaikan secara mufakat / memadukan kebutuhan-kebutuhan ke-2 belah pihak
- Konsutasi proses antar pihak : dalam penyelesaian konsultasi proses , biasanya ditangani oleh konsultan proses , dimana ke-2 nya tdk mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan konflik dgn kekuasaan / mnghakimi salah satu / ke-2 belah pihak yg terlibat konflik .
PENGAWASAN
- Pengertian pengawasan : segala usaha / kegiatan untuk mengetahui & menilai kenyataan yg sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas / kegiatan , apakah sesuai dng yg semestinya / tidak .
- fungsi pengawasan :
- Eksplanasi : pengawasan menghimpunan informasi yg dapat menjelaskan mengapa hasil-hasil kebijakan publik & program yg di rancang berbeda .
- Akuntansi : pengawasan menghasilkan informasi yg bermanfaat untuk melakukan akuntansi atas perubahan sosial ekonomi yg terjadi setelah dilaksanakannyasejumlah kebijakan publik dari waktu ke waktu .
- Pemeriksaan : pengawasan membantu menentukan apakah sumber daya & pelayanan yg dimaksudkan untuk kelompok sasaran maupun konsumen tertentu memang telah sampai kpda mereka .
- Kepatuhan : pengawasa bermanfaat untuk menentukan apakah tindakan dari para adminitrator program , staf & pelaku lain sesuai dgn standart dan prosedur yg di buat oleh legislator , instansi pemerintah / lembaga profesional .
- mengtahui jalannya pekerjaan apakah lancar / tidak .
- mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program .
- mengetahui hasil pekerjaan di bandingkan dngn yg di tetapkan dlm perencanaan .
- mengetahui penggunaan budget yg telah di tetapkan dlm rencana awal terarah kpada sasarannya dan sesuai dngn yg di rencanakan .
pengawasan pasif : melakukan penelitian & pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yg disertai dngn bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran .
Kamis, 25 November 2010
akhirnya . . nykp w tlp jg ke sni . . cz w kgn bgd ma nykp w . . ia .. biasany tiap hri lenket bgd ma nykp w forever .
td pz nykp w tlp w g bsa nangis . . karna w th gy nangis + dngrin nykp w th . .
bu , kpn ibu plng . . aq dh kngn bgd ma ibu n bpk w . .
aq bru sdar klw seorng ibu sngt menyayangi trhdp nakny . .
smpai kpn pun aq ttp say dan cinta ma ibu dan bpk . .
td pz nykp w tlp w g bsa nangis . . karna w th gy nangis + dngrin nykp w th . .
bu , kpn ibu plng . . aq dh kngn bgd ma ibu n bpk w . .
aq bru sdar klw seorng ibu sngt menyayangi trhdp nakny . .
smpai kpn pun aq ttp say dan cinta ma ibu dan bpk . .
tugas softskill ke 1
1. Sebutkan dan jelaskan tiga pengertian tentang manajemen?
Jawaban :
Pengertian manajemen – Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^BnctÃon of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu
2. Menurut tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan, sebutkan dan berikan contohnya?
Jawab :
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
3. Sebutkan tiga aliran pemikiran manajemen sebutkan pelopornya dan jelaskan masing-masing?
Jawab : 1. Aliran klasik yang terbagi dalam manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
2. Aliran hubungan manusiawi, disebut sebagai aliran neoklasik atau pasca klasik.
3. Aliran manajemen modern.
Disamping itu akan dibicarakan juga dua pendekatan manajemen yaitu :
1. Pendekatan sistem (System Approach)
2. Pendekatan kontingensi (Contingency Approac)
B. Teori Manajemen Klasik
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :
1. Robert Owen (1771 1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Mnajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
2. Charles Babbage (1792 1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
2. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.
C. Teori Manajeman Ilmiah
Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah antara lain Frederick Winslow Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry L. Gantt dan Harrington Emerson.
1. Frederick Winslow Taylor
Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar tahun 1900an. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management).
Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
2. Henry Laurance Gantt (1861 1919)
Henry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu :
1. kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
2. mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
3. pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
4. penggunaan instruksi kerja yang terperinci.
D. Teori Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follett dan Chaster I. Bernard.
1. Henry Fayol (1841-1925)
Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs.
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
1. Devision of Work
Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
2. Uathority and Responsibility
Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
3. Dicipline
Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
4. Unity of Command
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
5. Unity of Direction
One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
7. Renumeration
Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
8. Centralization
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
9. Sealar Chain (garis wewenang)
Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
10. Order
Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
11. Equity
Persamaan perlakuan dalam organisasi.
12. Stability of Tonure of Personel
Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
13. Initiative
Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
14. Esprit the Corps
Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
2. Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.
E. Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efieiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.
1. Hugo Munsterberg (1862 1916)
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2. Elton Mayo
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.
F. Aliran Hubungan Modern (Ilmu Pengetahuan)
Dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, pertama aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi), dan kedua berdasar pada manajemen ilmiah atau manajemen operasi.
Perilaku Organisasi :
a. Douglas McGregor
b. Frederick Herzberg
c. Chris Argiris
d. Edgar Schein
e. Abraham Maslow
f. Robert Blak dan Jane Mounton
g. Rensistlikert
h. Fred Feidler
Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
2. Manajemen harus sistematis, pendekatannya harus dengan pertimbangan konservatif.
3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
G. Aliran Kuantitatie
Perkembagannya dimulai dengan digunakannya kelompok-kelompok riset operasi dalam memecahkan permasalahan dalam industri. Teknik riset operasi sangat penting sekali dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini dalam pembuatan dan pengambilan keputusan. Penggunaan riset operasi dalam manajemen ini selanjutnya dikenal sebagai aliran manajemen science.
Langkah-langkah pendekatan manajemen science yaitu :
1. perumusan masalah dengan jelas dan terperinci
2. penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan
3. penyelesaian model
4. pengujian model atas hasil penggunaan model
5. penetapan pengawasan atas hasil
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi
Jawaban :
Pengertian manajemen – Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^BnctÃon of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu
2. Menurut tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan, sebutkan dan berikan contohnya?
Jawab :
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
3. Sebutkan tiga aliran pemikiran manajemen sebutkan pelopornya dan jelaskan masing-masing?
Jawab : 1. Aliran klasik yang terbagi dalam manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
2. Aliran hubungan manusiawi, disebut sebagai aliran neoklasik atau pasca klasik.
3. Aliran manajemen modern.
Disamping itu akan dibicarakan juga dua pendekatan manajemen yaitu :
1. Pendekatan sistem (System Approach)
2. Pendekatan kontingensi (Contingency Approac)
B. Teori Manajemen Klasik
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :
1. Robert Owen (1771 1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Mnajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
2. Charles Babbage (1792 1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
2. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.
C. Teori Manajeman Ilmiah
Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah antara lain Frederick Winslow Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry L. Gantt dan Harrington Emerson.
1. Frederick Winslow Taylor
Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar tahun 1900an. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management).
Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
2. Henry Laurance Gantt (1861 1919)
Henry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu :
1. kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
2. mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
3. pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
4. penggunaan instruksi kerja yang terperinci.
D. Teori Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follett dan Chaster I. Bernard.
1. Henry Fayol (1841-1925)
Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs.
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
1. Devision of Work
Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
2. Uathority and Responsibility
Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
3. Dicipline
Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
4. Unity of Command
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
5. Unity of Direction
One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
7. Renumeration
Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
8. Centralization
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
9. Sealar Chain (garis wewenang)
Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
10. Order
Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
11. Equity
Persamaan perlakuan dalam organisasi.
12. Stability of Tonure of Personel
Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
13. Initiative
Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
14. Esprit the Corps
Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
2. Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.
E. Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efieiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.
1. Hugo Munsterberg (1862 1916)
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2. Elton Mayo
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.
F. Aliran Hubungan Modern (Ilmu Pengetahuan)
Dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, pertama aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi), dan kedua berdasar pada manajemen ilmiah atau manajemen operasi.
Perilaku Organisasi :
a. Douglas McGregor
b. Frederick Herzberg
c. Chris Argiris
d. Edgar Schein
e. Abraham Maslow
f. Robert Blak dan Jane Mounton
g. Rensistlikert
h. Fred Feidler
Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
2. Manajemen harus sistematis, pendekatannya harus dengan pertimbangan konservatif.
3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
G. Aliran Kuantitatie
Perkembagannya dimulai dengan digunakannya kelompok-kelompok riset operasi dalam memecahkan permasalahan dalam industri. Teknik riset operasi sangat penting sekali dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini dalam pembuatan dan pengambilan keputusan. Penggunaan riset operasi dalam manajemen ini selanjutnya dikenal sebagai aliran manajemen science.
Langkah-langkah pendekatan manajemen science yaitu :
1. perumusan masalah dengan jelas dan terperinci
2. penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan
3. penyelesaian model
4. pengujian model atas hasil penggunaan model
5. penetapan pengawasan atas hasil
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi
tugs softskill ke 3
1. Koordinasi
Koordinasi adalah sebuah proses saling mengerti antara dua orang atau lebih untuk melaksanakan suatu hal. Proses yang harus dijalani agar suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancer ataupun jika ada masalah tidak akan terlalu banyak kesulitan untuk mengatasinya.
Menurut G.R. Terry koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan menurut E.F.L. Brech, koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri (Hasibuan, 2007:85).
Menurut Mc. Farland (Handayaningrat, 1985:89) koordinasi adalah suatu proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Handoko (2003:195) mendefinisikan koordinasi (coordination) sebagai proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Menurut Handoko (2003:196) kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksananya. Hal ini juga ditegaskan oleh Handayaningrat (1985:88) bahwa koordinasi dan komunikasi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, Handayaningrat juga mengatakan bahwa koordinasi dan kepemimpinan (leadership) adalah tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena satu sama lain saling mempengaruhi.
Koordinasi adalah sebuah proses saling mengerti antara dua orang atau lebih untuk melaksanakan suatu hal. Proses yang harus dijalani agar suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancer ataupun jika ada masalah tidak akan terlalu banyak kesulitan untuk mengatasinya.
Menurut G.R. Terry koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan menurut E.F.L. Brech, koordinasi adalah mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri (Hasibuan, 2007:85).
Menurut Mc. Farland (Handayaningrat, 1985:89) koordinasi adalah suatu proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Handoko (2003:195) mendefinisikan koordinasi (coordination) sebagai proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Menurut Handoko (2003:196) kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksananya. Hal ini juga ditegaskan oleh Handayaningrat (1985:88) bahwa koordinasi dan komunikasi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, Handayaningrat juga mengatakan bahwa koordinasi dan kepemimpinan (leadership) adalah tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena satu sama lain saling mempengaruhi.
2. Wewenang
Wewenang adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang untuk memerintah orang lain berbuat atau tidak berbuat.
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah ornag lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, agar tercapai tujuan tertentu.
3. Wewenang Lini, Staff dan Fungsional
Wewenang lini, adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.
Wewenang staf, adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya.
4. Teori Motivasi
Sekilas David McClelland
Model Kebutuhan Berbasis Motivasi McClelland
C. Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil)
Penerapan Teori Dua Faktor Herzberg Dalam Organisasi
Wewenang lini, adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya, wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi.
Wewenang staf, adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner, metode observasi, metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya.
4. Teori Motivasi
Motivasi merupakan akibat dari interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang dihadapi. Menurut Robbins (2001:166) menyatakan definisi dari motivasi yaitu kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi beberapa kebutuhan individual.
Sedangkan menurut Sondang P. Siagian sebagai-mana dikutip oleh Soleh Purnomo (2004:36) menyatakan bahwa motivasi adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk menggerakkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau ketrampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.
Dari pengertian ini, jelaslah bahwa dengan memberikan motivasi yang tepat, maka karyawan akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya dan mereka akan meyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, maka kepentingan-kepentingan pribadinya akan terpelihara pula.
Sunarti (2003:22) menyatakan ada tiga faktor utama yang mempengaruhi motivasi yaitu perbedaan karakteristik individu, perbedaan karakteristik pekerjaan, dan perbedaan karakteristik lingkungan kerja. Dalam rangka mendorong tercapainya produktivitas kerja yang optimal maka seorang manajer harus dapat mempertimbangkan hubungan antara ketiga faktor tersebut dan hubungannya terhadap perilaku individu. Pada dasarnya motivasi individu dalam bekerja dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja individu yang berdampak pada pencapaian tujuan dari organisasi.
Soleh Purnomo (2004:37) menyatakan ada tiga faktor sebagai sumber motivasi yaitu
(1) kemungkinan untuk berkembang,
(2) jenis pekerjaan, dan
(3) apakah mereka dapat merasa bangga menjadi bagi dari
perusahaan tempat mereka bekerja.
Disamping itu ada beberapa aspek yang berpengaruh terhadap motivasi kerja individu, yaitu rasa aman dalam bekerja, mendapatkan gaji yang adil dan kompetitif, lingkungan kerja yang menyenangkan, penghargaan atas prestasi kerja dan perlakuan yang adil dari manajemen. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, pekerjaan yang menarik dan menantang, kelompok dan rekan-rekan kerja yang menyenangkan, kejelasan akan standar keberhasilan serta bangga terhadap pekerjaan dan perusahaan dapat menjadi faktor pemicu kerja karyawan.
Pada dasarnya motivasi individu dalam bekerja dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja individu yang berdampak pada pencapaian tujuan dari organisasi. Disamping itu ada beberapa aspek yang berpengaruh terhadap motivasi kerja individu, yaitu rasa aman dalam bekerja, mendapatkan gaji yang adil dan kompetitif, lingkungan kerja yang menyenangkan, penghargaan atas prestasi kerja dan perlakuan yang adil dari manajemen. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, pekerjaan yang menarik dan menantang, kelompok dan rekan-rekan kerja yang menyenangkan, kejelasan akan standar keberhasilan serta bangga terhadap pekerjaan dan perusahaan dapat menjadi faktor pemicu kerja karyawan
Sekilas David McClelland
David Clarence McClelland (1917-1998) mendapat gelar doktor dalam psikologi di Yale pada 1941 dan menjadi profesor di Universitas Wesleyan. McClelland dikenal untuk karyanya pada pencapaian motivasi. David McClelland memelopori motivasi kerja berpikir, mengembangkan pencapaian berbasis teori dan model motivasi, dan dipromosikan dalam perbaikan metode penilaian karyawan, serta advokasi berbasis kompetensi penilaian dan tes. Ide nya telah diadopsi secara luas di berbagai organisasi, dan berkaitan erat dengan teori Frederick Herzberg.
David McClelland dikenal menjelaskan tiga jenis motivasi, yang diidentifikasi dalam buku ”The Achieving Society”:
1. Motivasi untuk berprestasi (n-ACH)
David McClelland dikenal menjelaskan tiga jenis motivasi, yang diidentifikasi dalam buku ”The Achieving Society”:
1. Motivasi untuk berprestasi (n-ACH)
2. Motivasi untuk berkuasa (n-pow)
3. Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil)
Model Kebutuhan Berbasis Motivasi McClelland
David McClelland (Robbins, 2001 : 173) dalam teorinya Mc.Clelland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi McClelland juga digunakan untuk mendukung hipotesa yang akan dikemukakan dalam penelitian ini. Dalam teorinya McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai cadangan energi potensial, bagaimana energi ini dilepaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia.
Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (achiefment), kebutuhan kekuasaan (power), dan kebutuhan afiliasi.
Model motivasi ini ditemukan diberbagai lini organisasi, baik staf maupun manajer. Beberapa karyawan memiliki karakter yang merupakan perpaduan dari model motivasi tersebut.
A. Kebutuhan akan prestasi (n-ACH)
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
B. Kebutuhan akan kekuasaan (n-pow)
Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.
C. Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil)
Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.
McClelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala Mcclelland:
a). Pencapaian adalah lebih penting daripada materi.
b). Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi
yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan.
c). Umpan balik sangat penting, karena merupakan ukuran sukses
(umpan balik yang diandalkan, kuantitatif dan faktual).
Penelitian David Mcclelland
Penelitian McClelland terhadap para usahawan menunjukkan bukti yang lebih bermakna mengenai motivasi berprestasi dibanding kelompok yang berasal dari pekerjaan lain. Artinya para usahawan mempunyai n-ach yang lebih tinggi dibanding dari profesi lain.
Kewirausahaan adalah merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang sukses (Suryana, 2006). Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana, 2006). Inovasi adalah kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana, 2006). Ciri-ciri pokok peranan kewirausahaan (McClelland, 1961 dalam Suyanto, 1987) meliputi Perilaku kewirausahaan, yang mencakup memikul risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan, kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta, tanggung jawab pribadi, serta pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan; uang sebagai ukuran atas hasil.
Ciri lainnya, minat terhadap pekerjaan kewirausahaan sebagai suatu akibat dari martabat dan ‘sikap berisiko’ mereka. Seorang wirausaha adalah risk taker. Risk taker dimaksudkan bahwa seorang wirausaha dalam membuat keputusan perlu menghitung risiko yang akan ditanggungnya. Peranan ini dijalankan karena dia membuat keputusan dalam keadaan tidak pasti. Wirausaha mengambil risiko yang moderat, tidak terlalu tinggi (seperti penjudi), juga tidak terlalu rendah seperti orang yang pasif (Hanafi, 2003). Dari hasil penelitiannya, McClelland (1961) menyatakan bahwa dalam keadaan yang mengandung risiko yang tak terlalu besar, kinerja wirausaha akan lebih tergantung pada keahlian- atau pada prestasi - dibanding pekerjaan lain.
Seorang wirausaha untuk melakukan inovasi atau pembaharuan perlu semangat dan aktif. Mereka bisa bekerja dalam waktu yang panjang, misal 70 jam hingga 80 jam per minggu. Bukan lama waktu yang penting, namun karena semangatnya mereka tahan bekerja dalam waktu yang panjang. Bagi individu yang memiliki n-ach tinggi tidak begitu tertarik pada pengakuan masyarakat atas sukses mereka, akan tetapi mereka benar-benar memerlukan suatu cara untuk mengukur seberapa baik yang telah dilakukan.
Dari penelitiannya, McClelland menyimpulkan bahwa kepuasan prestasi berasal dari pengambilan prakarsa untuk bertindak sehingga sukses, dan bukannya dari pengakuan umum terhadap prestasi pribadi. Selain itu juga diperoleh kesimpulan bahwa orang yang memiliki n-ach tinggi tidak begitu terpengaruh oleh imbalan uang, mereka tertarik pada prestasi. Standar untuk mengukur sukses bagi wirausaha adalah jelas, misal laba, besarnya pangsa pasar atau laju pertumbuhan penjualan.
Sekilas Frederick Herzberg
Frederick Herzberg (1923-2000), adalah seorang ahli psikolog klinis dan dianggap sebagai salah satu pemikir besar dalam bidang manajemen dan teori motivasi. Frederick I Herzberg dilahirkan di Massachusetts pada 18 April 1923. Sejak sarjana telah bekerja di City College of New York. Lalu tahun 1972, menjadi Profesor Manajemen di Universitas Utah College of Business. Hezberg meninggal di Salt Lake City, 18 Januari 2000.
Teori Dua Faktor Hezberg
Frederick Herzberg (Hasibuan, 1990 : 177) mengemukakan teori motivasi berdasar teori dua faktor yaitu faktor higiene dan motivator. Dia membagi kebutuhan Maslow menjadi dua bagian yaitu kebutuhan tingkat rendah (fisik, rasa aman, dan sosial) dan kebutuhan tingkat tinggi (prestise dan aktualisasi diri) serta mengemukakan bahwa cara terbaik untuk memotivasi individu adalah dengan memenuhi kebutuhan tingkat tingginya.
Menurut Hezberg, faktor-faktor seperti kebijakan, administrasi perusahaan, dan gaji yang memadai dalam suatu pekerjaan akan menentramkan karyawan. Bila faktor-faktor ini tidak memadai maka orang-orang tidak akan terpuaskan (Robbins,2001:170).
Menurut hasil penelitian Herzberg ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam memotivasi bawahan (Hasibuan, 1990 : 176) yaitu :
a. Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan berprestasi,bertanggung jawab, kemajuan, dapat menikmati pekerjaan itu sendiri dan adanya pengakuan atas semua itu.
b. Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama pada faktor yang bersifat embel-embel saja dalam pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat dan lain-lain sejenisnya.
c. Karyawan akan kecewa bila peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.
Herzberg menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan, yaitu :
a. Maintenance Factors
Adalah faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini merupakan kebutuhan yang berlangsung terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi.
b. Motivation Factors
Adalah faktor motivator yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Factor motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang berkaitan langsung denagn pekerjaan.
Dalam kehidupan organisasi, pemahaman terhadap motivasi bagi setiap pemimpin sangat penting artinya, namun motivasi juga dirasakan sebagai sesuatu yang sulit. Hal ini dikemukakan oleh Wahjosumidjo (1994 : 173) sebagai berikut :
a. Motivasi sebagai suatu yang penting (important subject) karena peran pemimpin itu sendiri kaitannya dengan bawahan. Setiap pemimpin tidak boleh tidak harus bekerja bersama-sama dan melalui orang lain atau bawahan, untuk itu diperlukan kemampuan memberikan motivasi kepada bawahan.
b. Motivasi sebagai suatu yang sulit (puzzling subject), karena motivasi sendiri tidak bisa diamati dan diukur secara pasti. Dan untuk mengamati dan mengukur motivasi berarti harus mengkaji lebih jauh perilaku bawahan. Disamping itu juga disebabkan adanya teori motivasi yang berbeda satu sama lain.
Untuk memahami motivasi karyawan digunakan teori motivasi dua arah yang dikemukakan oleh Herzberg:
Pertama, teori yang dikembangkan oleh Herzberg berlaku mikro yaitu untuk karyawan atau pegawai pemerintahan di tempat ia bekerja saja. Sementara teori motivasi Maslow misalnya berlaku makro yaitu untuk manusia pada umumnya.
Kedua, teori Herzberg lebih eksplisit dari teori hirarki kebutuhan Maslow, khususnya mengenai hubungan antara kebutuhan dengan performa pekerjaan. Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg tahun 1966 yang merupakan pengembangan dari teori hirarki kebutuhan menurut Maslow.
Teori Herzberg memberikan dua kontribusi penting bagi pimpinan organisasi dalam memotivasi karyawan. Pertama, teori ini lebih eksplisit dari teori hirarki kebutuhan Maslow, khususnya mengenai hubungan antara kebutuhan dalam performa pekerjaan.Kedua, kerangka ini membangkitkan model aplikasi, pemerkayaan pekerjaan (Leidecker and Hall dalam Timpe, 1999 : 13).
Berdasarkan hasil penelitian terhadap akuntan dan ahli teknik Amerika Serikat dari berbagai Industri, Herzberg mengembangkan teori motivasi dua faktor (Cushway and Lodge, 1995 : 138). Menurut teori ini ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi pekerjaan seseorang, yaitu faktor pemuas (motivation factor) yang disebut juga dengan satisfier atau intrinsic motivation dan faktor kesehatan (hygienes) yang juga disebutdisatisfier atau ekstrinsic motivation.
Teori Herzberg ini melihat ada dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi yaitu faktor intrinsik yaitu daya dorong yang timbul dari dalam diri masing-masing orang, dan faktor ekstrinsik yaitu daya dorong yang datang dari luar diri seseorang, terutama dari organisasi tempatnya bekerja.
Jadi karyawan yang terdorong secara intrinsik akan menyenangi pekerjaan yang memungkinnya menggunakan kreaktivitas dan inovasinya, bekerja dengan tingkat otonomi yang tinggi dan tidak perlu diawasi dengan ketat. Kepuasan disini tidak terutama dikaitkan dengan perolehan hal-hal yang bersifat materi. Sebaliknya, mereka yang lebih terdorong oleh faktor-faktor ekstrinsik cenderung melihat kepada apa yang diberikan oleh organisasi kepada mereka dan kinerjanya diarahkan kepada perolehan hal-hal yang diinginkannya dari organisasi (dalam Sondang, 2002 : 107).
Adapun yang merupakan faktor motivasi menurut Herzberg adalah: pekerjaan itu sendiri (the work it self), prestasi yang diraih (achievement), peluang untuk maju (advancement), pengakuan orang lain (ricognition), tanggung jawab (responsible).
Menurut Herzberg faktor hygienis/extrinsic factortidak akan mendorong minat para pegawai untuk berforma baik, akan tetapi jika faktor-faktor ini dianggap tidak dapat memuaskan dalam berbagai hal seperti gaji tidak memadai, kondisi kerja tidak menyenangkan, faktor-faktor itu dapat menjadi sumber ketidakpuasan potensial (Cushway & Lodge, 1995 : 139).
Sedangkan faktor motivation/intrinsic factormerupakan faktor yang mendorong semangat guna mencapai kinerja yang lebih tinggi. Jadi pemuasan terhadap kebutuhan tingkat tinggi (faktor motivasi) lebih memungkinkan seseorang untuk berforma tinggi daripada pemuasan kebutuhan lebih rendah (hygienis) (Leidecker & Hall dalam Timpe, 1999 : 13).
Dari teori Herzberg tersebut, uang/gaji tidak dimasukkan sebagai faktor motivasi dan ini mendapat kritikan oleh para ahli. Pekerjaan kerah biru sering kali dilakukan oleh mereka bukan karena faktor intrinsik yang mereka peroleh dari pekerjaan itu, tetapi kerena pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka (Cushway & Lodge, 1995 : 139).5.
5. Penjelasan Singkat Mengapa Komunikasi Sangat Penting Bagi Suatu Organisasi
Menurut saya, dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seeseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurut saya, dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seeseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Langganan:
Postingan (Atom)