1) dinamika konflik
Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Suatu pemahaman akan konsep dan dinamika konflik lebih menjadi bagian vital dalam studi perilaku organisasional, oleh karena itu perlu untuk dipahami dengan baik.
Pada hakekatnya konflik merupakan suatu pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lain dalam organisasi, atau dapat dikatakan juga bahwa konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak yang terkait.
wartawarga.gunadarma.ac.id/.../dinamika-konflik-pengambilan-keputusan/ -
2) jenis dan sumber konflik
Adapun mengenai jenis-jenis konflik, ada beberapa orang yang mengelompokkan konflik menjadi sebagai berikut:
1.Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang (person role conflict).
2.Konflik antar peranan (inter-role conflict), yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
3.Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intersender conflict).
4.Konflik yang timbul karena disampaikan informasi yang saling bertentangan (interasender conflict).
Konflik organisasional timbul karena ada beberapa sumbernya, dan berbagai sumber utama konflik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
•Kebutuhan untuk membagi sumber daya-sumber daya yang terbatas.
•Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan.
•Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja.
•Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
•Kemenduaan organisasional.
•Gaya-gaya individual.
wartawarga.gunadarma.ac.id/.../dinamika-konflik-pengambilan-keputusan/ -
3) strategi penyelesaian koflik
STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
1.Kompetisi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain.Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2.Akomodasi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3.Sharing
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lkain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4.Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5.Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.
andrie07.wordpress.com/.../faktor-penyebab-konflik-dan-strategi-penyelesaian-konflik/ -
4) motivasi dan teori motivasi
Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.
Pada dasarnya motivasi itu hanya dua, yaitu untuk meraih kenikmatan atau menghindari dari rasa sakit atau kesulitan. Uang bisa menjadi motivasi kenikmatan maupun motivasi menghindari rasa sakit. Jika kita memikirkan uang supaya kita tidak hidup sengsara, maka disini alasan seseorang mencari uang untuk menghindari rasa sakit. Sebaliknya ada orang yang mengejar uang karena ingin menikmati hidup, maka uang sebagai alasan seseorang untuk meraih kenikmatan.
Terdapat 9 Teori Motivasi, yaitu :
•Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
(1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex.
(2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual.
(3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs).
(4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.
•Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
(1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat.
(2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan
(3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka,dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
•Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)
Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak. Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
- Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya
-Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
-Sebaliknya,semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.
Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.
•Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.
Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.
•Teori Keadilan
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
•Teori penetapan tujuan (goal setting theory)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan mengatur upaya; (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan
•Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.
Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
•Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Artinya, dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku.Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan.
•Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.
Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah :
(a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri.
(b) harga diri.
(c) harapan pribadi
(d) kebutuhaan.
(e) keinginan.
(f) kepuasan kerja.
(g) prestasi kerja yang dihasilkan.
Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah :
(a) jenis dan sifat pekerjaan.
(b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung .
(c) organisasi tempat bekerja.
(d) situasi lingkungan pada umumnya.
(e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.
graffourliciouslalala.blogspot.com/.../pengertian-motivasi-dan-teori-motivasi.html
*untuk minggu selanjutnya
1) proses yang mempengaruhi keputusan
mempengaruhi proses pengambilan keputusan, yaitu:
a. Dinamika individu dalam organisasi, yaitu proses keputusan harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada diri setiap individu, situasi dan kondisi pandangan individu terhadap diri mereka sendiri mempengaruhi terhadap keputusan organisasi.
b. Dinamika kelompok dalam organisasi, yaitu pemimpin yang ingin melakukan proses pengambilan keputusan harus mempertimbangkan situasi dan kondisi kepribadian rangkap anggotanya (kepribadian individu dan kepribadian ketika bersama kelompoknya). Hal ini dilakukan agar proses keputusan dapat mempercepat proses pendewasaan kelompok kerjadalam organisasi.
c. Dinamika lingkungan organisasi, yaitu semua keputusan organisasi harus
memperhitungkan tekanan-tekanan yang bersumber dari lingkungan. Istilah dinamika digunakan untuk menunjuk bahwa segala sesuatu selalu mengalami perubahan, dan dinamika tersebut yang menuntut adanya peningkatan kemampuan mengambil keputusan yang selaras dengan perubahan-perubahan yang sedang dan yang akan terjadi .
id.shvoong.com › ... › Manajemen & Kepemimpinan
2) proses pengambilan keputusan
pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
wartawarga.gunadarma.ac.id/.../dinamika-konflik-pengambilan-keputusan/ -
3) pengertian komunikasi
ah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.
Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalahs ebagai berikut:
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Hovland, Janis & Kelley:1953
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
Berelson dan Stainer, 1964
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
Lasswell, 1960
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Gode, 1959
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Barnlund, 1964
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
Ruesch, 1957
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
Weaver, 1949
Kita lihat dari beberapa definisi tersebut saling melengkapi. Definisi pertama menjelaskan penyampaian stimulus hanya dalam bentuk kata-kata dan pada definisi kedua penyampaian stimulus bisa berupa simbol-simbol tidak hanya kata-kata tetapi juga gambar, angka dan lain-lain sehingga yang disampaikan bisa lebih mewakili yaitu termasuk gagasan, emosi atau keahlian.
Definisi pertama dan kedua tidak bicara soal media atau salurannya, definisi ke tiga dari lasswell melengkapinya dengan komponen proses komunikasi secara lebih lengkap. Pengertian ke-empat dan seterusnya memahami komunikasi dari konteks yang berbeda menghasilkan pengertian komunikasi yang menyeluruh mewakili fungsi dan karakteristik komunikasi dalam kehidupan manusia.
Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.
Setiap pelakuk komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru. Demikianlah ke –empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang.
Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.
meiliemma.wordpress.com/2006/10/.../definisi-komunikasi/
4) hambatan komunikasi
sebuah proses komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan dalam berkomunikasi. Beberapa Hambatan Komunikasi adalah :
1. Hambatan Semantik
2. Hambatan Mekanik
3. Hambatan Antropologis
4. Hambatan Psikologis
Hambatan Semantik adalah komunikasi yang disebabkan oleh factor bahasa yang digunakan oleg para pelaku komunikasi.
Contoh : seorang waiter kesulitan menangkap maksud pembicaraan tamu restaurant karena bahasa yang tidak mengerti.
Hambatan Mekanik adalah yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya.
Contoh : bunyi pengeras suara yang gaung, gambar televise yang tidak jelas, salah cetak pada surat kabar atau majalah.
Hambatan Ekologis adalah hambatan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar proses komunikasi tersebut
Hambatan Antropologis adalah hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia.
Contoh Berupa perbedan budaya, adapt, norma yang berlaku
Hambatan Psikologis adalah hambatan yang disebabkan oleh factor kejiwaan.
Contoh : Jika komunikan sedang sedih, marah atau berprasangka buruk pada komunikator maka akan terjadi miss communicant, salah sasaran komunikasi.
tutorialkuliah.blogspot.com/.../tentang-hambatan-komunikasi.html
Aku
Minggu, 03 April 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Hubungan Timbal Balik antara Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja.
1. Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
2. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
3. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
http://graffourliciouslalala.blogspot.com/2010/04/hubungan-timbal-balik-antara-manajemen.html
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
2. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
3. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
http://graffourliciouslalala.blogspot.com/2010/04/hubungan-timbal-balik-antara-manajemen.html
softskill / manajemen Umum yang ke-2
Perkembangan studi kasus
• Studi kasus menjadi salah satu metoda yang makin penting dalam pengajaran di berbagai institusi terkemuka
– Studi kasus memudahkan pemahaman berbagai konsep manajemen
– Meletakkan konsep dalam konteks kejadian sehari-hari
– Mampu membuat peserta memahami kompleksitas isyu yang timbul
Studi Kasus Sebagai Alternatif Tesis
• Pada berbagai program studi, studi kasus telah merupakan salah satu alternatif tesis yang tidak hanya diterima, tetapi juga penting
• Kasus organisasi dan manajemen yang menjadi perhatian para peserta program studi manajemen terlalu rumit untuk didekati dengan cara lain kecuali studi kasus
• Masuknya peserta dari kalangan praktisi melihat studi kasus sebagai alternatif tesis yang lebih mudah dipahami dan dilakukan
Garis Besar Studi Kasus
I
Disain II
Persiapan
dan
Pelaksanaan
III
Analisis
dan
Pelaporan
Pokok Bahasan
• Bagian I
– Introduksi
– Disain studi kasus
– Kualitas disain penelitian
– Studi kasus tunggal dan
ganda
– Latihan : membuat disain
studi kasus
• Bagian II
– Ketrampilan investigator
– Metoda pengumpulan
informasi
– FGD dan wawancara
– Prinsip pengumpulan
informasi
– Protokol studi kasus
– Uji coba studi kasus
– Latihan: membuat protokol
studi kasus
• Bagian III
– Strategi umum analisis
– Model analisis dominan
– Model analisis lainnya
– Komposisi studi kasus
– Stuktur penulisan
– Latihan: skenario penulisan
Bagian Pertama Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti kapan studi kasus dapat digunakan
• Mengerti letak studi kasus dalam berbagai jenis
penelitian
• Mengetahui prasangka yang kurang benar tentang
studi kasus
• Dapat mendefinikan studi kasus
• Mengerti kegunaan studi kasus untuk evaluasi pelayanaan kesehatan .
Pengertian Studi Kasus (1)
1. Menerangkan sebuah / rangkaian keputusan, mengapa diambil,bagaimana dijalankan dan apa hasilnya.
Contoh
• Rumah sakit swadana
– Mengapa harus swadana?
– Bagaimana proses
swadana puskesmas berjalan selama ini?
– Apa dampaknya pada pelayanan masyarakat?
• Desentralisasi pemerintahan
– Mengapa sekarang?
– Bagaimana prosesnya
– Apa dampaknya pada
mekanisme kerja sama kabupaten- propinsi dan pisat?
Pengertian Studi Kasus (2)
2. Mencari penjelasan empirik tentang sebuah fenomena yang terjadi dalam konteks kehidupan nyata dengan menggunakan berbagai bukti
Contoh
• Mengapa penundaan operasi sering terjadi di RSU Pemerintah?
• Peran tokoh informal dalam penentuan sasaran program JPS-BK
• Mengapa dana non budgeter sulit dihilangkan?, sebuah analisis sistem
• Mengapa dukun lebih disukai ibu untuk melahirkan dibanding bidan? Pendekatan studi
Penggunaan Studi Kasus (1)
• Psikologi dan sosiologi massa
• Contoh
– Studi kasus tawuran kronik di Manggarai
– Kasus 3 in 1 di Jakarta, implikasinya pada perubahan mekanisme kerja perkantoran di wilayah Sudirman
– Kehidupan anak kost di Jogjakarta
Untuk Apa Saja Studi Kasus
• Untuk
1. Explorasi kejadian tertentu
2. Mencari penjelasan atas kejadian ttt
3. Mencari bagaimana kejadian tertentu terjadi
• Misal
1. Proses akreditasi di RSU Serang
2. Mengapa sering terjadi keterlambatan penanganan pasien di UGD RSUP Fatmawati
3. Bagaimana bisa terjadi pasien sulit masuk ke RS X, padahal BOR rataratanya 70%
Studi Kasus Deskriptif
• Studi kasus dapat bersifat deskriptif atau eksploratif
• Dalam hal ini studi kasus dipakai untuk menggambarkan fenomena (what, when, where,who) secara lebih jelas
• Dapat juga dipakai untuk menggambarkan secara rinci alur proses terjadinya sebuah fenomena.
Contoh Studi Kasus Deskriptif-
Eksploratif
• Proses perubahan rumah sakit menjadi RS swadana, studi kasus di RS Pasar Rebo Jakarta
• Pelaksanaan program Jaringan Pengaman Sosial Bidang Kesehatan di daerah tertinggal
• Kartel manajer rumah sakit swasta di kota Solo
• Produksi dan distribusi garam beryodium di Jawa Barat, studi kasus PT Eka Sari Putra Jaya
Prasangka Tentang Studi Kasus
-Studi kasus tidak bisa dibuat kedalam kesimpulan umum Prasangka Padahal
-Bisa, karena inferens dilakukan secara analitik, tidak secara statistik
-Studi kasus memakan waktu lama dan datanya sangat besar
-Bisa pendek atau lama,tergantung topik dan datanya
-Studi kasus sama dengan single post test only design
-Disainnya sangat berbeda, berbagai tingkat dan kompleks
Plus Minus Studi Kasus
Keunggulan
• Mampu membahas fenomena yang kompleks dan rumit
• Berbagai Unit analisis dalam satu studi kasus dapat diterapkan
• Dapat menyentuh berbagai persoalan secara lebih menyeluruh sekaligus mendalam
Kekurangan
• Perlu kemampuan untuk
– mengabstraksi fenomena yang diteliti
– setiap saat menyesuaikan disain, metoda pengumpulan data, mengubah pertanyaan untuk mendapatkan hasil
– melakukan analisis secara
Manfaat Studi Kasus
Dalam Evaluasi Program
• Menjelaskan hubungan kausal tentang intervensi
program yang terlalu rumit untuk survai maupun
eksperimen
• Mendeskripsikan perjalanan intervensi sebuah
program di dalam masyarakat
• Ilustrasi manfaat sebuah program secara jelas dna
menyeluruh
• Eksplorasi tentang sebuah program yang tidak
mempunyai outcome yang jelas
Latihan sesi 1(a)
• Tetapkan sebuah pertanyaan penting dalam pelayanan perkotaan yang menjadi dasar untuk melakukan penelitian studi kasus
– Simulasikan apakah dapat dijawab menggunakan jenis penelitian lainnya
– Aspek apa yang bisa didapat melalui jenis penelitian lainnya
– Apa keuntungan disain studi kasus untuk menjawab pertanyaan itu
Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti definisi disain penelitian
• Mengerti komponen disain studi kasus
Disain Riset
• Rencana kerja untuk menghubungkan sekumpulan pertanyaan dengan kesimpulan atau jawaban atas pertanyaan itu
• Pedoman untuk mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi observasi
• Sebuah model pembuktian yang logis yang memungkinkan inferensi tentang hubungan kausal dari variabel yang diteliti
• Memungkinkan seberapa jauh penetapan generalisasi bisa dilakukan
Menjawab 4 masalah:
• Pertanyaan yang akan dipelajari
• Data, bukti dan informasi yang relevan
• Bagaimana mengumpulkan bukti /informasi yang diperlukan
• Bagaimana menganalisis hasil pengumpulan informasi itu .
Komponen disain studi kasus
• Pertanyaan penelitian
• Proposisi
• Unit analisis
• Data, bukti dan informasi
• Kriteria untuk interpretasi hasil Slide
Pertanyaan Penelitian
• Umumnya berupa: mengapa atau bagaimana
• Menunjukkan fokus sebuah studi kasus
• Dapat berguna untuk membatasi kasus (ruang lingkup)
• Seluruh disain dan analisis pada akhirnya dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut .
Pertanyaan adalah sumber segalanya
-Pertanyaan Penelitian
-Konsep
-Proposisi
-Pengumpulan data
-Bukti
Sumber Pertanyaan Penelitian
• Dari pengalaman yang ada
– Dari literatur
– Magang dengan senior/pakar
• Mendapat ide baru
– Sehabis mengikuti pertemuan/seminar
– Sikap yang selalu skeptis terhadap sesuatu yang umum
– Penggunaan teknologi/ cara baru di tempat kerja
– Observasi kegiatan sendiri
– Dari sekolah/ pelatihan
• Imaginasi
– Sehabis melihat masalah yang tidak terselesaikan
– Sehabis diskusi dengan teman
- Brainstorming
Karakteristik Pertanyaan yg Baik
• Sebuah penelitian mempelajari mengapa bisa terjadi keterlambatan penanganan pasien gawat darurat di sebuah rumah sakit. Proposisinya:
• Keterlambatan itu terjadi karena
– prosedur penanganan pasien gawat darurat tidak berbeda dengan pasien umum
– Petugas medis tidak punya sense gawat darurat
Unit Analisis
• Unit analisisnya adalah kasus
• Bisa berupa individu
• Dapat berupa sebuah kejadian / kesatuan: keputusan, program, proses pelaksanaan, organisasi, peraturan dstnya
• Berhubungan dengan bagaimana pertanyaan studi kasus di nyatakan dan apa proposisinya .
Contoh unit analisis
• Proposisi: berbagai elemen di tingkat desa sangat berperan pada akurasi sasaran JPS BK
• Unit analisis
– Desa pada tempat yang akurasinya tinggi
– Bisa juga Desa pada tempat yang akurasi kurang( sebagai pembanding).
Batas kasus
• Perlu jelas apakah sesuatu berada di dalam atau diluar kasus Orang, staf, karyawan Jenis pelayanan Waktu awal dan akhir Tanda awal dan akhir kejadian
• Pembatasan dapat dilakukan pada sebuah Kasus seperti kasus penelitian sebelumnya agar bisa di bandingkan .
Contoh batas kasus ;
• Apa yang harus dicari untuk mendapatkan konsep (dalam proposisi) dalam kasus yang dipelajari
• Seperti melakukan definisi operasional dari proposisi
• Menentukan dalam suasana apa saja data / informasi itu bisa ditemukan (setting)
• Bagaimana mencari kejadian/ bukti yang menggabungkan potongan informasi menjadi seperti proposisi / teori (menyelesaikan puzzle) .
Kriteria Interpretasi
• Menghubungkan hasil kedalam pola yang paling cocok (sesuai kerangka konsepnya)
• Mirip seperti membuat dummy table dalam disain survai yang menjelaskan bagaimana tabel itu bisa menunjukkan hubungan
• Menyebutkan berbagai indikasi atau cara mengetahui kalau proposisi tertentu memang terbukti
• Lebih baik lagi bila disertai dengan rival theory (penjelasan lain)
• Cara pembuktiannya bersifat analitik, bukan statistik
Kualitas Disain Penelitian
Tujuan
• Mengerti definisi validitas dan realibilitas
• Mengerti istilah content, criterion dan construct, internal dan external validity
• Mengerti test-retest, inter-rater dan internal consistency realibility
• Mengerti cara untuk meningkatkan kualitas di sain studi kasus
Validitas vs Realibilitas
• Validitas: seberapa jauh informasi yang dikumpulkan mencerminkan “apa” yang ingin diketahui
• Realibilitas: seberapa jauh informasi yang dihasilkan tidak bervariasi dalam pengulangan pengumpulan data
Contoh: timbangan dan meteran sebagai
pengukur tinggi badan
Latihan: keluarga miskin, desa tertinggal
Validitas
Content validity: informasi yang dihasilkan mencerminkan dimensi konsep yang dikehendaki
• Criterion validity: informasi yang dihasilkan oleh sebuah cara sama dengan cara yang standard
• Construct validity: informasi tentang hubungan antar berbagai konsep sesuai dengan yang di perkirakan .
Validitas Internal dan Eksternal
• Validitas internal, berhubungan dengan
– apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan informasi yang direncanakan dalam disain
– Apakah hubungan memang ada hubungan kausal dan bukan spurius
• Validitas eksternal, berhubungan dengan
– apakah informasi yang akhirnya didapat sesuai dengan kebenaran yang lebih luas atau satu beberapa teori yang berlaku
– Seberapa jauh generalisasi dapat dilakukan berdasarkan informasi yang di dapat .
Realibitas
• Test-retest realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila digali pada waktu yang berbeda
• Inter-rater realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila menggunakan informan yang berbeda
• Internal consistency realibility: seberapa jauh perbedaan informasi yang dihasilkan melalui berbagai cara pengumpulan yang dimaksudkan mendapat informasi yang sama.
Meningkatkan validitas Studi Kasus
• Mengingat studi kasus adalah purposif, maka dapat dilakukan peningkatan kualitas hasil melalui cara-cara yang umum untuk studi kualitatif, yaitu sebagai berikut:
– Triangulasi sumber
– Triangulasi metode
– Triangulasi data .
Triangulasi Sumber
• Mencek data dengan fakta dari sumber lain,
misalnya dari informan berbeda, atau hasil dari studi lain dengan tujuan sama
• Membandingkan dan melakukan kontras data, ketika menginvestigasi dengan informan lain
• Menginvestigasi dengan menggunakan kelompok informan yang sangat berbeda .
Triangulasi Metode
• Menggunakan berbagai metode
• Misal: wawancara dengan observasi, dokumentasi dengan FGD, dll
• Dalam studi kasus: berbagai metode pengambilan data adalah keharusan .
Triangulasi Data
• Analisis data dilakukan oleh lebih dari satu anggota peneliti
• Interpretasi data yang sama oleh pakar yang lain
• Umpan balik hasil analisis dengan informan, dalam rangka etika dan pengecekan validitas informasi yang dihasilkan
staff.blog.ui.ac.id/purnawan/files/2008/06/studi-kasus.pdf
• Studi kasus menjadi salah satu metoda yang makin penting dalam pengajaran di berbagai institusi terkemuka
– Studi kasus memudahkan pemahaman berbagai konsep manajemen
– Meletakkan konsep dalam konteks kejadian sehari-hari
– Mampu membuat peserta memahami kompleksitas isyu yang timbul
Studi Kasus Sebagai Alternatif Tesis
• Pada berbagai program studi, studi kasus telah merupakan salah satu alternatif tesis yang tidak hanya diterima, tetapi juga penting
• Kasus organisasi dan manajemen yang menjadi perhatian para peserta program studi manajemen terlalu rumit untuk didekati dengan cara lain kecuali studi kasus
• Masuknya peserta dari kalangan praktisi melihat studi kasus sebagai alternatif tesis yang lebih mudah dipahami dan dilakukan
Garis Besar Studi Kasus
I
Disain II
Persiapan
dan
Pelaksanaan
III
Analisis
dan
Pelaporan
Pokok Bahasan
• Bagian I
– Introduksi
– Disain studi kasus
– Kualitas disain penelitian
– Studi kasus tunggal dan
ganda
– Latihan : membuat disain
studi kasus
• Bagian II
– Ketrampilan investigator
– Metoda pengumpulan
informasi
– FGD dan wawancara
– Prinsip pengumpulan
informasi
– Protokol studi kasus
– Uji coba studi kasus
– Latihan: membuat protokol
studi kasus
• Bagian III
– Strategi umum analisis
– Model analisis dominan
– Model analisis lainnya
– Komposisi studi kasus
– Stuktur penulisan
– Latihan: skenario penulisan
Bagian Pertama Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti kapan studi kasus dapat digunakan
• Mengerti letak studi kasus dalam berbagai jenis
penelitian
• Mengetahui prasangka yang kurang benar tentang
studi kasus
• Dapat mendefinikan studi kasus
• Mengerti kegunaan studi kasus untuk evaluasi pelayanaan kesehatan .
Pengertian Studi Kasus (1)
1. Menerangkan sebuah / rangkaian keputusan, mengapa diambil,bagaimana dijalankan dan apa hasilnya.
Contoh
• Rumah sakit swadana
– Mengapa harus swadana?
– Bagaimana proses
swadana puskesmas berjalan selama ini?
– Apa dampaknya pada pelayanan masyarakat?
• Desentralisasi pemerintahan
– Mengapa sekarang?
– Bagaimana prosesnya
– Apa dampaknya pada
mekanisme kerja sama kabupaten- propinsi dan pisat?
Pengertian Studi Kasus (2)
2. Mencari penjelasan empirik tentang sebuah fenomena yang terjadi dalam konteks kehidupan nyata dengan menggunakan berbagai bukti
Contoh
• Mengapa penundaan operasi sering terjadi di RSU Pemerintah?
• Peran tokoh informal dalam penentuan sasaran program JPS-BK
• Mengapa dana non budgeter sulit dihilangkan?, sebuah analisis sistem
• Mengapa dukun lebih disukai ibu untuk melahirkan dibanding bidan? Pendekatan studi
Penggunaan Studi Kasus (1)
• Psikologi dan sosiologi massa
• Contoh
– Studi kasus tawuran kronik di Manggarai
– Kasus 3 in 1 di Jakarta, implikasinya pada perubahan mekanisme kerja perkantoran di wilayah Sudirman
– Kehidupan anak kost di Jogjakarta
Untuk Apa Saja Studi Kasus
• Untuk
1. Explorasi kejadian tertentu
2. Mencari penjelasan atas kejadian ttt
3. Mencari bagaimana kejadian tertentu terjadi
• Misal
1. Proses akreditasi di RSU Serang
2. Mengapa sering terjadi keterlambatan penanganan pasien di UGD RSUP Fatmawati
3. Bagaimana bisa terjadi pasien sulit masuk ke RS X, padahal BOR rataratanya 70%
Studi Kasus Deskriptif
• Studi kasus dapat bersifat deskriptif atau eksploratif
• Dalam hal ini studi kasus dipakai untuk menggambarkan fenomena (what, when, where,who) secara lebih jelas
• Dapat juga dipakai untuk menggambarkan secara rinci alur proses terjadinya sebuah fenomena.
Contoh Studi Kasus Deskriptif-
Eksploratif
• Proses perubahan rumah sakit menjadi RS swadana, studi kasus di RS Pasar Rebo Jakarta
• Pelaksanaan program Jaringan Pengaman Sosial Bidang Kesehatan di daerah tertinggal
• Kartel manajer rumah sakit swasta di kota Solo
• Produksi dan distribusi garam beryodium di Jawa Barat, studi kasus PT Eka Sari Putra Jaya
Prasangka Tentang Studi Kasus
-Studi kasus tidak bisa dibuat kedalam kesimpulan umum Prasangka Padahal
-Bisa, karena inferens dilakukan secara analitik, tidak secara statistik
-Studi kasus memakan waktu lama dan datanya sangat besar
-Bisa pendek atau lama,tergantung topik dan datanya
-Studi kasus sama dengan single post test only design
-Disainnya sangat berbeda, berbagai tingkat dan kompleks
Plus Minus Studi Kasus
Keunggulan
• Mampu membahas fenomena yang kompleks dan rumit
• Berbagai Unit analisis dalam satu studi kasus dapat diterapkan
• Dapat menyentuh berbagai persoalan secara lebih menyeluruh sekaligus mendalam
Kekurangan
• Perlu kemampuan untuk
– mengabstraksi fenomena yang diteliti
– setiap saat menyesuaikan disain, metoda pengumpulan data, mengubah pertanyaan untuk mendapatkan hasil
– melakukan analisis secara
Manfaat Studi Kasus
Dalam Evaluasi Program
• Menjelaskan hubungan kausal tentang intervensi
program yang terlalu rumit untuk survai maupun
eksperimen
• Mendeskripsikan perjalanan intervensi sebuah
program di dalam masyarakat
• Ilustrasi manfaat sebuah program secara jelas dna
menyeluruh
• Eksplorasi tentang sebuah program yang tidak
mempunyai outcome yang jelas
Latihan sesi 1(a)
• Tetapkan sebuah pertanyaan penting dalam pelayanan perkotaan yang menjadi dasar untuk melakukan penelitian studi kasus
– Simulasikan apakah dapat dijawab menggunakan jenis penelitian lainnya
– Aspek apa yang bisa didapat melalui jenis penelitian lainnya
– Apa keuntungan disain studi kasus untuk menjawab pertanyaan itu
Disain Studi Kasus
Tujuan
• Mengerti definisi disain penelitian
• Mengerti komponen disain studi kasus
Disain Riset
• Rencana kerja untuk menghubungkan sekumpulan pertanyaan dengan kesimpulan atau jawaban atas pertanyaan itu
• Pedoman untuk mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi observasi
• Sebuah model pembuktian yang logis yang memungkinkan inferensi tentang hubungan kausal dari variabel yang diteliti
• Memungkinkan seberapa jauh penetapan generalisasi bisa dilakukan
Menjawab 4 masalah:
• Pertanyaan yang akan dipelajari
• Data, bukti dan informasi yang relevan
• Bagaimana mengumpulkan bukti /informasi yang diperlukan
• Bagaimana menganalisis hasil pengumpulan informasi itu .
Komponen disain studi kasus
• Pertanyaan penelitian
• Proposisi
• Unit analisis
• Data, bukti dan informasi
• Kriteria untuk interpretasi hasil Slide
Pertanyaan Penelitian
• Umumnya berupa: mengapa atau bagaimana
• Menunjukkan fokus sebuah studi kasus
• Dapat berguna untuk membatasi kasus (ruang lingkup)
• Seluruh disain dan analisis pada akhirnya dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut .
Pertanyaan adalah sumber segalanya
-Pertanyaan Penelitian
-Konsep
-Proposisi
-Pengumpulan data
-Bukti
Sumber Pertanyaan Penelitian
• Dari pengalaman yang ada
– Dari literatur
– Magang dengan senior/pakar
• Mendapat ide baru
– Sehabis mengikuti pertemuan/seminar
– Sikap yang selalu skeptis terhadap sesuatu yang umum
– Penggunaan teknologi/ cara baru di tempat kerja
– Observasi kegiatan sendiri
– Dari sekolah/ pelatihan
• Imaginasi
– Sehabis melihat masalah yang tidak terselesaikan
– Sehabis diskusi dengan teman
- Brainstorming
Karakteristik Pertanyaan yg Baik
- FINER (Hulley, 1988, p14-15
- Feasible
- Interesting
- Novel
- Ethics
- Relevant Finer
- Feasible
– Ada informan / sumber informasinya
– Mempunyai keahlian teknis untuk menggalinya
– Mampu dalam hal biaya dan waktu
– Manageable ruang lingkupnya
• Interesting: untuk
investigator
• Novel
– Penemuan baru Konfirmasi/ menolak penemuan lama
– Memperkaya hasil sebelumnya
• Etis
• Relevant
– Ilmu pengetahuan
– Kebijakan dan manajemen
– Arah riset masa depan - Contoh pertanyaan penelitian
• Fenomena: uji coba otonomi di berbagai kabupaten di Indonesia
• Pertanyaan penelitian:
– Mengapa Kabupaten Gowa berhasil menjalankan uji coba otonomi?
– Faktor yang menunjang kesuksesan uji coba otonomi di Kabupaten Gowa
– Peran Bappeda dalam uji coba otonomi, kasus di Kabupaten Gowa - Proposisi Studi Kasus
• Proposisi adalah pernyataan hubungan dari 2 atau beberapa konsep
• Menggambarkan isyu teoritis yang penting yang melatar belakangi atau mempengaruhi sebuah kejadian
• Memberitahu bukti relevan apa dan dimana harus dicari
• Mirip dengan kerangka konsep atau hipotesis dalam survai ( bedanya hipotesis menyatakan hubungan antara 2 variabel)
• Studi kasus eksploratori tidak perlu proposisi
• Sebuah penelitian mempelajari mengapa bisa terjadi keterlambatan penanganan pasien gawat darurat di sebuah rumah sakit. Proposisinya:
• Keterlambatan itu terjadi karena
– prosedur penanganan pasien gawat darurat tidak berbeda dengan pasien umum
– Petugas medis tidak punya sense gawat darurat
Unit Analisis
• Unit analisisnya adalah kasus
• Bisa berupa individu
• Dapat berupa sebuah kejadian / kesatuan: keputusan, program, proses pelaksanaan, organisasi, peraturan dstnya
• Berhubungan dengan bagaimana pertanyaan studi kasus di nyatakan dan apa proposisinya .
Contoh unit analisis
• Proposisi: berbagai elemen di tingkat desa sangat berperan pada akurasi sasaran JPS BK
• Unit analisis
– Desa pada tempat yang akurasinya tinggi
– Bisa juga Desa pada tempat yang akurasi kurang( sebagai pembanding).
Batas kasus
• Perlu jelas apakah sesuatu berada di dalam atau diluar kasus Orang, staf, karyawan Jenis pelayanan Waktu awal dan akhir Tanda awal dan akhir kejadian
• Pembatasan dapat dilakukan pada sebuah Kasus seperti kasus penelitian sebelumnya agar bisa di bandingkan .
Contoh batas kasus ;
- Studi kasus pelayanan JPS-BK
- Unit: Orang, staf, karyawan
- Batas kasus: orang/staf/karyawan yang terlibat pada pelayanan
- JPS-BK di puskesmas
- Unit: Jenis pelayanan
- Batas kasus: pelayanan kesehatan khusus untuk keluarga miskin
- Waktu awal dan akhir
- Batas kasus: JPS-BK tahun pertama
- Tanda awal dan akhir kejadian
- Batas kasus: mulai dari masuknya dana JPS-BK di kantor pos, sampai berakhirnya masa anggaran tahun 1.
• Apa yang harus dicari untuk mendapatkan konsep (dalam proposisi) dalam kasus yang dipelajari
• Seperti melakukan definisi operasional dari proposisi
• Menentukan dalam suasana apa saja data / informasi itu bisa ditemukan (setting)
• Bagaimana mencari kejadian/ bukti yang menggabungkan potongan informasi menjadi seperti proposisi / teori (menyelesaikan puzzle) .
Kriteria Interpretasi
• Menghubungkan hasil kedalam pola yang paling cocok (sesuai kerangka konsepnya)
• Mirip seperti membuat dummy table dalam disain survai yang menjelaskan bagaimana tabel itu bisa menunjukkan hubungan
• Menyebutkan berbagai indikasi atau cara mengetahui kalau proposisi tertentu memang terbukti
• Lebih baik lagi bila disertai dengan rival theory (penjelasan lain)
• Cara pembuktiannya bersifat analitik, bukan statistik
Kualitas Disain Penelitian
Tujuan
• Mengerti definisi validitas dan realibilitas
• Mengerti istilah content, criterion dan construct, internal dan external validity
• Mengerti test-retest, inter-rater dan internal consistency realibility
• Mengerti cara untuk meningkatkan kualitas di sain studi kasus
Validitas vs Realibilitas
• Validitas: seberapa jauh informasi yang dikumpulkan mencerminkan “apa” yang ingin diketahui
• Realibilitas: seberapa jauh informasi yang dihasilkan tidak bervariasi dalam pengulangan pengumpulan data
Contoh: timbangan dan meteran sebagai
pengukur tinggi badan
Latihan: keluarga miskin, desa tertinggal
Validitas
Content validity: informasi yang dihasilkan mencerminkan dimensi konsep yang dikehendaki
• Criterion validity: informasi yang dihasilkan oleh sebuah cara sama dengan cara yang standard
• Construct validity: informasi tentang hubungan antar berbagai konsep sesuai dengan yang di perkirakan .
Validitas Internal dan Eksternal
• Validitas internal, berhubungan dengan
– apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan informasi yang direncanakan dalam disain
– Apakah hubungan memang ada hubungan kausal dan bukan spurius
• Validitas eksternal, berhubungan dengan
– apakah informasi yang akhirnya didapat sesuai dengan kebenaran yang lebih luas atau satu beberapa teori yang berlaku
– Seberapa jauh generalisasi dapat dilakukan berdasarkan informasi yang di dapat .
Realibitas
• Test-retest realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila digali pada waktu yang berbeda
• Inter-rater realibility: seberapa jauh informasi yang dihasilkan sama bila menggunakan informan yang berbeda
• Internal consistency realibility: seberapa jauh perbedaan informasi yang dihasilkan melalui berbagai cara pengumpulan yang dimaksudkan mendapat informasi yang sama.
Meningkatkan validitas Studi Kasus
• Mengingat studi kasus adalah purposif, maka dapat dilakukan peningkatan kualitas hasil melalui cara-cara yang umum untuk studi kualitatif, yaitu sebagai berikut:
– Triangulasi sumber
– Triangulasi metode
– Triangulasi data .
Triangulasi Sumber
• Mencek data dengan fakta dari sumber lain,
misalnya dari informan berbeda, atau hasil dari studi lain dengan tujuan sama
• Membandingkan dan melakukan kontras data, ketika menginvestigasi dengan informan lain
• Menginvestigasi dengan menggunakan kelompok informan yang sangat berbeda .
Triangulasi Metode
• Menggunakan berbagai metode
• Misal: wawancara dengan observasi, dokumentasi dengan FGD, dll
• Dalam studi kasus: berbagai metode pengambilan data adalah keharusan .
Triangulasi Data
• Analisis data dilakukan oleh lebih dari satu anggota peneliti
• Interpretasi data yang sama oleh pakar yang lain
• Umpan balik hasil analisis dengan informan, dalam rangka etika dan pengecekan validitas informasi yang dihasilkan
staff.blog.ui.ac.id/purnawan/files/2008/06/studi-kasus.pdf
Jumat, 18 Maret 2011
softskill / manajemen Umum yang ke-2
1. Kenapa organisasi ada?
Ada beberapa alasan mengapa manusia berkelompok dan berorganisasi, antara lain :
- Rasa aman.
- Harga Diri.
- Afiliasi.
- Status.
- Kekuatan.
- Pencapaian Tujuan.
Dari beberapa alasan di atas , kita dapat menyimpulkan mengapa organisasi memiliki arti penting dalam kehidupan. Pada beberapa orang, kehidupan sosialisasi dianggap sangat penting. Di mana pada saat orang tersebut berkumpul dengan orang lain yang memiliki tujuan yang sama dan menjadikan komunitasnya, mereka akan merasa aman.
Tidak hanya rasa aman, pada sebagian orang juga merasa status sosial dan kekuatannya terangkat. Contohnya pada suatu perkumpulan gank motor, anggota dari gank tersebut tentunya akan merasa dirinya "high class" apabila bersama teman-temannya yang juga komunitas gank motor.
Terkadang suatu organisasi di cap jelek oleh masyarakat, namun tidak semua organisasi memiliki nilai jelek. Semua organisasi tergantung pada kepemimpinan kelompok tersebut. Selama komunitas tersebut tidak merugikan orang lain, tentunya akan berdampak baik juga pada lingkungan.
2. Sejarah organisasi?
Sejarah Awal Perkumpulan Organisasi Gerakan Pemuda Indonesia - Sejarah Pra Kemerdekaan RI
Sebelum Indonesia merdeka, negara kita memiliki berbagai organisasi kepemudaan yang beranggotakan para pemuda-pemudi Indonesia baik yang bersifat nasional maupun kedaerahan. Berikut ini adalah daftar beberapa organisasi perkumpulan pemuda di Indonesia :
1. Budi Utomo / Boedi Oetomo
Budu Utomo berdiri pada tahun 1908 yang pada awal mula berdirinya merupakan organisasi pelajar yang ruang lingkupnya masih kedaerahan, namun pada perkembangannya berubah menjadi organisasi perkumpulan pemuda nasional.
2. Trikoro Dharmo / Tri Koro Dharmo
Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional. Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia.
3. Jong Sumatra Bond (Persatuan Pemuda Sumatra)
Organisasi oni berdiri pada tahun 1917 yang memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar pelajar yang berasal dari sumatera. Beberapa toko terkenal dari organisasi ini yaitu seperti M. Hatta dsan M. Yamin.
4. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
Organisasi yang satu ini berdiri pada tahun 1925 yang diprakarsa oleh mahasiswa Jakarta dan Bandung dengan tujuan untuk Kemerdekaan Indonesia.
5. Jong Indonesia
Perkumpulan pemuda dan pemudi ini didirikan pada tahun 1927 di Bandung di mana kemudian organisasi ini diubah menjadi Pemuda Indonesia untuk yang berjenis kelamin laki-laki dan Putri Indonesia bagi yang perempuan. Pemuda Indonesia membuat kongres di mana pada kongres yang kedua menghasilkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
6. Indonesia Muda
Indonesia Muda adalah organisasi nasional yang lahir karena dorongan Sumpah Pemuda pada tahun 1930 sebagai peleburan banyak organisasi pemuda daerah / lokal.
7. Organisasi Perkumpulan Daerah
Setelah muncul jong jawa dan jong sumatra bond, maka bermunculanlah organisasi lokal kedaerahan lain seperti jong celebes, jong ambon, jong minahasa, dan lain sebagainya.
3. Type2 organisasi ?
1. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
o Organisasi masih kecil
o Jumlah karyawan sedikit
o Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
o Mudah dimengerti dan dilaksanakan
o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
o Merupakan jenis organisasi yang stabil
o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal
Kerugiannya adalah :
o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar
2. Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
o Ada koordinasi yang baik
o Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
o Banyak mengeluarkan biaya tambahan
o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.
3. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.
4. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.
Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah
o Organisasi masih kecil
o Jumlah karyawan sedikit
o Spesialisasi kerja masih kecil
Keuntungannya adalah :
o Mudah dimengerti dan dilaksanakan
o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas
o Merupakan jenis organisasi yang stabil
o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat
o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal
Kerugiannya adalah :
o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang
o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris
o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas
o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar
2. Tipe organisasi Fungsional
Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Keuntungan Tipe ini adalah :
o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli
o Ada koordinasi yang baik
o Memudahkan dalam pengawasan
Kerugian tipe ini adalah :
o Banyak mengeluarkan biaya tambahan
o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik
o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.
3. Tipe organisasi Garis dan Staf
Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.
4. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf
Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.
Referensinya :
3. catatan-sefty.blogspot.com/2008/.../tipe-tipe-organisasi.html
5. erliaanugrah.blogspot.com/2011/03/softskill-1-organisasi.html
Sabtu, 15 Januari 2011
softskill / manajemen Umum .
1. Pemimpin merupakan sumber daya manusia kunci dalam organisasi manapun . tanpa pemimpinan sebuah organisasi hanyalah suatu kekacauan manusia & mesin .
kebanyakan definisi tentang pemimpinan mempertalikan fungsi pemimpin dlm organisasi dng sasaran. beberapapengertian diantaranya :
MANAJEMEN KONFLIK
1. definisi konflik :
PENGAWASAN
pengawasan pasif : melakukan penelitian & pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yg disertai dngn bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran .
kebanyakan definisi tentang pemimpinan mempertalikan fungsi pemimpin dlm organisasi dng sasaran. beberapapengertian diantaranya :
- Ordway Tead : kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar orang-orang itu bekerja sama mencapai tujuan yg mereka ingin kan .
- George R.Terry : kepemimpinan merupakan kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar orang-orang mencapai tujuan kelompok .
- Kelth Davis :faktor kemanusiaan yg mengikat kelompok menjadi satu & mendorongnya menuju tujuan .
- teori sifat kepemimpinan : bahwa seseorang itu di lahirkan membawa / tidak membawa sifat-sifat yg diperlukan bagi pemimpinan / tdk membawa sifat-sifat yg di perlukan bagi pemimpin / dngn individu yg telah telahir membawa ciri-ciri tertentu yg memungkinkan dia menjadi seorang pemimpin .
- Tori Path Goal : pngembangan yg wajar sebab pemimpinan erat hubungannya dengan motivasi di satu pihak lain
- Teori sifat : merupakan analisa ilmiah tentang pemimpinan dimiliki dngn memusatkan perhatian pada pemimpin itu sendiri . ada beberapa faktor yg bsa di teliti dari pemimpinan yaitu : kecerdasaan , perasaan humor , kejujuran , percaya diri .
- Teori Kelompok : bahwa kelompk bisa mencapai tujuannya dengan melalui pertukaran positif antara pemimpin & bawahan .
- Teori X :bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yg tidak suka bekerja seta senang menghindari dari pekerjaan & tanggung jawab yg di brikan kepadanya . individu yg berlaku teori X mempunyai sifat : tak suka & berusaha meghindari kerja , sering kurang cerdas , tak suka perubahan .
- Teori Y :memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya .
MANAJEMEN KONFLIK
1. definisi konflik :
- Narjdana (1994) konflik : akibat situasi dimana keinginan / kehendak yg berbeda / berlawanan antara yg satu dengan yg lain , sehingga salah satu / ke duanya saling terganggu .
- Killman & thomas (1978) konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antara nilai / tujuan-tujuan yang ingin di capai , baik yg ada dlm diri individu maupun dalam hubungan degan orang lain .
- Stoner : mencakup ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yg langka / perselisihan soal tujuan , status , nilai , kepribadian .
- Wood, Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hurt,& Obsorn (1998:580) bahwa koflik suau situasi dimana dua / bnyak orang saling tidak seuju terhadap suatu permasalahan yg menyakut kepentigan organisasi / dengan timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yg lainnya .
- Strategi kalah-kalah : konflik bisa di selesaikan dngan cara melibatkan pihak ke-3 nilai perundingan mengalami jalan buntu . maka pihak ke-3 di undang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yg berselisih / barang kali bertindak atas kemauan sendiri . ada 2 tipe utama campur tangan pihak ke-3 :
- Arbritasi : merupakan prosedur dimana pihak ke-3 mendengarkan ke-2 belah pihak yg berselisih , pihak ke-3 bertindak sebagai hakim &penengah dlm menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yg mengikat .
- Mediasi : di gunakan oleh mediator untuk menyelesaikan konflik tdk seperti yg di selesaikan oleh abriator , karena seorang mediator tdk mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yg bertikai & rekomendasi yg di berikan tdk memikat .
- penarikan diri : proses penyelesaian konflik antara 2 / lebih pihak yg kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas .
- bujukan : dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yg relevan dengan konflik , karena adanya rintangan komunikasi .
- Pemecahan masalah terpadu : usaha untuk menyelesaikan secara mufakat / memadukan kebutuhan-kebutuhan ke-2 belah pihak
- Konsutasi proses antar pihak : dalam penyelesaian konsultasi proses , biasanya ditangani oleh konsultan proses , dimana ke-2 nya tdk mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan konflik dgn kekuasaan / mnghakimi salah satu / ke-2 belah pihak yg terlibat konflik .
PENGAWASAN
- Pengertian pengawasan : segala usaha / kegiatan untuk mengetahui & menilai kenyataan yg sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas / kegiatan , apakah sesuai dng yg semestinya / tidak .
- fungsi pengawasan :
- Eksplanasi : pengawasan menghimpunan informasi yg dapat menjelaskan mengapa hasil-hasil kebijakan publik & program yg di rancang berbeda .
- Akuntansi : pengawasan menghasilkan informasi yg bermanfaat untuk melakukan akuntansi atas perubahan sosial ekonomi yg terjadi setelah dilaksanakannyasejumlah kebijakan publik dari waktu ke waktu .
- Pemeriksaan : pengawasan membantu menentukan apakah sumber daya & pelayanan yg dimaksudkan untuk kelompok sasaran maupun konsumen tertentu memang telah sampai kpda mereka .
- Kepatuhan : pengawasa bermanfaat untuk menentukan apakah tindakan dari para adminitrator program , staf & pelaku lain sesuai dgn standart dan prosedur yg di buat oleh legislator , instansi pemerintah / lembaga profesional .
- mengtahui jalannya pekerjaan apakah lancar / tidak .
- mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program .
- mengetahui hasil pekerjaan di bandingkan dngn yg di tetapkan dlm perencanaan .
- mengetahui penggunaan budget yg telah di tetapkan dlm rencana awal terarah kpada sasarannya dan sesuai dngn yg di rencanakan .
pengawasan pasif : melakukan penelitian & pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yg disertai dngn bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran .
Kamis, 25 November 2010
akhirnya . . nykp w tlp jg ke sni . . cz w kgn bgd ma nykp w . . ia .. biasany tiap hri lenket bgd ma nykp w forever .
td pz nykp w tlp w g bsa nangis . . karna w th gy nangis + dngrin nykp w th . .
bu , kpn ibu plng . . aq dh kngn bgd ma ibu n bpk w . .
aq bru sdar klw seorng ibu sngt menyayangi trhdp nakny . .
smpai kpn pun aq ttp say dan cinta ma ibu dan bpk . .
td pz nykp w tlp w g bsa nangis . . karna w th gy nangis + dngrin nykp w th . .
bu , kpn ibu plng . . aq dh kngn bgd ma ibu n bpk w . .
aq bru sdar klw seorng ibu sngt menyayangi trhdp nakny . .
smpai kpn pun aq ttp say dan cinta ma ibu dan bpk . .
tugas softskill ke 1
1. Sebutkan dan jelaskan tiga pengertian tentang manajemen?
Jawaban :
Pengertian manajemen – Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^Bnctíon of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu
2. Menurut tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan, sebutkan dan berikan contohnya?
Jawab :
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
3. Sebutkan tiga aliran pemikiran manajemen sebutkan pelopornya dan jelaskan masing-masing?
Jawab : 1. Aliran klasik yang terbagi dalam manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
2. Aliran hubungan manusiawi, disebut sebagai aliran neoklasik atau pasca klasik.
3. Aliran manajemen modern.
Disamping itu akan dibicarakan juga dua pendekatan manajemen yaitu :
1. Pendekatan sistem (System Approach)
2. Pendekatan kontingensi (Contingency Approac)
B. Teori Manajemen Klasik
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :
1. Robert Owen (1771 1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Mnajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
2. Charles Babbage (1792 1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
2. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.
C. Teori Manajeman Ilmiah
Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah antara lain Frederick Winslow Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry L. Gantt dan Harrington Emerson.
1. Frederick Winslow Taylor
Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar tahun 1900an. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management).
Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
2. Henry Laurance Gantt (1861 1919)
Henry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu :
1. kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
2. mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
3. pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
4. penggunaan instruksi kerja yang terperinci.
D. Teori Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follett dan Chaster I. Bernard.
1. Henry Fayol (1841-1925)
Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs.
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
1. Devision of Work
Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
2. Uathority and Responsibility
Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
3. Dicipline
Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
4. Unity of Command
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
5. Unity of Direction
One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
7. Renumeration
Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
8. Centralization
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
9. Sealar Chain (garis wewenang)
Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
10. Order
Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
11. Equity
Persamaan perlakuan dalam organisasi.
12. Stability of Tonure of Personel
Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
13. Initiative
Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
14. Esprit the Corps
Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
2. Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.
E. Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efieiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.
1. Hugo Munsterberg (1862 1916)
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2. Elton Mayo
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.
F. Aliran Hubungan Modern (Ilmu Pengetahuan)
Dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, pertama aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi), dan kedua berdasar pada manajemen ilmiah atau manajemen operasi.
Perilaku Organisasi :
a. Douglas McGregor
b. Frederick Herzberg
c. Chris Argiris
d. Edgar Schein
e. Abraham Maslow
f. Robert Blak dan Jane Mounton
g. Rensistlikert
h. Fred Feidler
Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
2. Manajemen harus sistematis, pendekatannya harus dengan pertimbangan konservatif.
3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
G. Aliran Kuantitatie
Perkembagannya dimulai dengan digunakannya kelompok-kelompok riset operasi dalam memecahkan permasalahan dalam industri. Teknik riset operasi sangat penting sekali dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini dalam pembuatan dan pengambilan keputusan. Penggunaan riset operasi dalam manajemen ini selanjutnya dikenal sebagai aliran manajemen science.
Langkah-langkah pendekatan manajemen science yaitu :
1. perumusan masalah dengan jelas dan terperinci
2. penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan
3. penyelesaian model
4. pengujian model atas hasil penggunaan model
5. penetapan pengawasan atas hasil
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi
Jawaban :
Pengertian manajemen – Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain se- bagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).
Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagai mana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georçv R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul JTAe^Bnctíon of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fajol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan GerQge K Terry.
2. Marry Parker FoUett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu
2. Menurut tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan, sebutkan dan berikan contohnya?
Jawab :
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
3. Sebutkan tiga aliran pemikiran manajemen sebutkan pelopornya dan jelaskan masing-masing?
Jawab : 1. Aliran klasik yang terbagi dalam manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
2. Aliran hubungan manusiawi, disebut sebagai aliran neoklasik atau pasca klasik.
3. Aliran manajemen modern.
Disamping itu akan dibicarakan juga dua pendekatan manajemen yaitu :
1. Pendekatan sistem (System Approach)
2. Pendekatan kontingensi (Contingency Approac)
B. Teori Manajemen Klasik
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen, yaitu :
1. Robert Owen (1771 1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Mnajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
2. Charles Babbage (1792 1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Dia dipercaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
2. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.
C. Teori Manajeman Ilmiah
Tokoh-tokoh dari teori manajemen ilmiah antara lain Frederick Winslow Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry L. Gantt dan Harrington Emerson.
1. Frederick Winslow Taylor
Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar tahun 1900an. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management).
Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
2. Henry Laurance Gantt (1861 1919)
Henry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan, dimana titik perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktivitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskannya yaitu :
1. kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
2. mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
3. pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
4. penggunaan instruksi kerja yang terperinci.
D. Teori Organisasi Klasik
Tokoh-tokoh teori organisasi klasik antara lain yaitu Henry Fayol, James D. Mooney, Mary Parker Follett dan Chaster I. Bernard.
1. Henry Fayol (1841-1925)
Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs.
Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
1. Devision of Work
Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
2. Uathority and Responsibility
Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
3. Dicipline
Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
4. Unity of Command
Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
5. Unity of Direction
One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
7. Renumeration
Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
8. Centralization
Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
9. Sealar Chain (garis wewenang)
Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
10. Order
Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
11. Equity
Persamaan perlakuan dalam organisasi.
12. Stability of Tonure of Personel
Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
13. Initiative
Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
14. Esprit the Corps
Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
2. Mary Parker Follett (1868 1933)
Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori kalsik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.
E. Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
Aliran timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efieiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.
1. Hugo Munsterberg (1862 1916)
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.
2. Elton Mayo
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.
F. Aliran Hubungan Modern (Ilmu Pengetahuan)
Dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, pertama aliran hubungan manusiawi (perilaku organisasi), dan kedua berdasar pada manajemen ilmiah atau manajemen operasi.
Perilaku Organisasi :
a. Douglas McGregor
b. Frederick Herzberg
c. Chris Argiris
d. Edgar Schein
e. Abraham Maslow
f. Robert Blak dan Jane Mounton
g. Rensistlikert
h. Fred Feidler
Prinsip Dasar Perilaku Organisasi :
1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).
2. Manajemen harus sistematis, pendekatannya harus dengan pertimbangan konservatif.
3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
G. Aliran Kuantitatie
Perkembagannya dimulai dengan digunakannya kelompok-kelompok riset operasi dalam memecahkan permasalahan dalam industri. Teknik riset operasi sangat penting sekali dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini dalam pembuatan dan pengambilan keputusan. Penggunaan riset operasi dalam manajemen ini selanjutnya dikenal sebagai aliran manajemen science.
Langkah-langkah pendekatan manajemen science yaitu :
1. perumusan masalah dengan jelas dan terperinci
2. penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan
3. penyelesaian model
4. pengujian model atas hasil penggunaan model
5. penetapan pengawasan atas hasil
6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi
Langganan:
Postingan (Atom)